Hukum-Kriminal

Warga Curigai Rumah Makan Sediakan Makanan non Halal

Pihak kepolisian mediasi antara pemilik rumah makan yang dicurigai menyajikan masakan babi di salah satu rumah warga di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (13/3). F Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah warga Kawal Kecamatan Gunung Kijang menaruh curiga terhadap rumah makan Pondok Ceri dekat Pelabuhan Nikoi Kawal, karena dikabarkan menyediakan menu masakan babi.

Rasa curiga warga ini akhirnya dimediasi oleh Polsek Gunung Kijang.

Loading...

Di salah satu rumah warga, mediasi dilakukan, Rabu (13/3) kemarin dengan menghadirkan perwakilan tokoh masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemilik rumah makan.

Pemilik rumah makan, Cece mengatakan, dirinya tidak menyediakan menu masakan babi. “Biasanya makan sendiri, bukannya untuk dijual,” ungkapnya.

Wanita ini juga mengaku sebelumnya ada pelanggan dari Singapura yang membawa makanan babi untuk dimasak di tempatnya.

“Mereka bawa sendiri bahannya dan memasak sendiri, saya tidak mungkin melarangnya,” katanya.

Terkait keresahan masyarakat, dia akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Dia juga berjanji akan menginformasikan antara makanan halal dan nonhalal serta memisahkan peralatan memasaknya.

Plt Lurah Kawal, Daeng Ibrahim mengatakan, dari mediasi ini diketahui bahwa pemilik rumah makan tidak menyediakan menu masakan babi.

“Sepertinya ada pelanggannya yang bawa makanan itu, kemudian dibantu dimasak,” kata mantan Sekdes Ekang ini.

Daeng Ibrahim juga mengatakan, dalam mediasi itu pemilik rumah makan juga telah mau memisahkan peralatan memasak yang halal dan nonhalal.

Terkait perizinan, katanya usaha rumah makan itu belum mengantongi izin. Sehingga dia menyarankan kepada pemilik agar mengurus izin usahanya. (met)

Loading...