Metro Bintan

1.169 Pemilih Pindah Nyoblos ke TPS Bintan

Komisioner KPU Bintan, Haris Daulay. F.KPU Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Hingga batas akhir pendaftaran pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 Maret lalu sampai pukul 16.00 WIB, KPU Kabupaten Bintan merilis ada sebanyak 858 pemilih tercatat keluar dari TPS asal dan sebanyak 1.169 pemilih masuk ke TPS di Bintan.

Komisioner KPU Bintan, Haris Daulay menuturkan, pihaknya resmi menutup layanan pindah memilih sejak 17 Maret 2019 sekitar pukul 16.00 WIB sesuai surat edaran KPU RI Nomor 334 bahwa layanan pindah memilih selambat-lambatnya 30 hari sebelum pemungutan suara.

Dari batas akhir pendaftaran pindah TPS, katanya, ada sekitar 858 pemilih tercata keluar dari TPS asal dan sekitar 1.169 pemilih masuk ke TPS di Bintan.

Ketua Divisi Data KPU Bintan ini mengatakan pihaknya sedang melakukan rekapitulasi baik di kelurahan/desa.

Selanjutnya akan dilakukan pleno berjenjang sebagaimana SE 421 Tentang Jadwal Rekapitulasi DPTb Tahap Kedua.

Dia menjelaskan  perpindahan tersebut bisa bersifat lokal di dalam Kabupaten Bintan, bisa juga bersifat regional bahkan nasional.

Namun angka tersebut masih bisa bergeser mengingat sebagian kabupaten/kota di luar Bintan masih ada yang menarik data.

“Memang batas pengurusan pindah sudah habis, namun pengerjaan secara sistem masih berlangsung,” ujarnya.

Dia menambahkan adapun kecamatan yang terdapat pergerakan pindah pilih terdapat di dua kecamatan seperti Kecamatan Gunung Kijang sebanyak 380 pemilih masuk dan Kecamatan Teluk Sebong sebanyak 282 pemilih masuk.

“Ada lembaga permasyarakatan serta perkebunan Tirta Madu di Gunung Kijang serta daerah industri wisata Lagoi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bintan Febriadinata mengatakan pihaknya siap mengawasi jalannya Pemilu 2019. Bahkan pengawasan diperketat di bagian pendaftaran.

“Kalau petugas KPPS salah memberikan jumlah surat suara, pengawas TPS berhak memberitahukan ke ketua KPPS,” kata dia.

Dia juga menjelaskan bagi pemilih yang pindah memilih antarprovinsi akan diberikan 1 surat suara yakni surat suara calon presiden dan calon wakil presiden.

Sedangkan pemilih yang pindah antarkabupaten / kota namun masih dalam 1 dapil provinsinya maka diberikan 4 surat suara.

Semisal pemilih dari Lingga pindah ke Bintan, maka akan diberikan 4 surat suara yakni surat suara capres/cawaspres, surat suara caleg DPR RI, surat suara caleg DPD RI dan surat suara caleg DPRD Provinsi.

“Kalau pindah dari Tanjungpinang dan Bintan cuma diberikan 3 surat suara, karena dapil provinsi dan kota/kabupaten lain,” kata dia.(met)