Peristiwa

Pantai Bintan Tercemar Limbah Minyak Hitam

Pekerja di Banyan Tree Lagoi langsung bergerak cepat membersihkan limbah minyak hitam yang mencemari pantai di resorts tersebut pada Minggu (24/3) siang. F.Henry Singer untuk Batam Pos

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil kembali menyerang perairan Bintan tepatnya di pantai Banyan Tree Lagoi, Minggu (24/3) siang.

“Ketahuan sekitar pukul 2 siang,” ujar Senior CSR Manager Banyan Tree Lagoi, Henry Singer.

Henry mengatakan, biasanya dia tak memposting kejadianĀ  ini. Namun, karena kondisi limbah yang mencemari pantai di resort tempatnya bekerja lumayan parah.

Dia menduga limbah minyak hitam datang dari laut lepas atau perbatasan. Diduga sebelum masuk ke sebuah negara, oknum yang tidak bertanggung jawab sengaja membuang limbahnya di laut.

Sejauh ini, katanya limbah minyak hitam ditangani seperti biasa. Pekerja resort membersihkan limbah dan menampungnya ke wadah yang sudah disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan yang akan mengambil limbah tersebut untuk dibuang ke tempat penampungan dan pengelolaan limbah.

Disinggung apakah ada wisatawan yang komplain, dia mengaku banyak wisatawan yang komplain.

“Banyak yang komplain bahkan ada yang sampai cek out dari resort,” katanya.

Sementara Kadisbudpar Bintan Wan Rudi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya limbah minyak hitam di pantai Banyan Tree. Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan.

Penanganan sejauh ini, katanya, pihak resort yang langsung membersihkan. Kemudian dimasukkan ke drum yang sudah disediakan KLHK. Limbah akan diambil oleh petugas DLH, baru dibawa ke pengelolaan limbah.

“Pihak resort cepat menanganinya dengan langsung membersihkannya,” kata dia.

Dia juga mengatakan, masalah limbah bukan semata masalah daerah. Namun masalah negara, karena berhubungan dengan negara lain yakni Singapura dan Malaysia.

“Limbah ini dibuang di wilayah perbatasan. Jadi masalah lintas negara. Kita sudah sering laporkan ke KLHK dan Kemenkomaritim, bahkan mereka sudah turun, namun belum diketahui siapa yang membuangnya.

Karena pelaku membuangnya diam-diam dan sudah sangat ahli, mereka diduga membuang saat angin mengarah ke Bintan,” katanya.

Namun demikian ia tetap akan melaporkan kejadian ini kembali ke pusat. Harapannya, supaya pengawasan di wilayah perbatasan bisa diperketat.

Kepala Operasi PPLP Tanjunguban, Samsul mengatakan, pihaknya sudah melakukan patroli di laut, namun sulit mendeteksi kapal kapal yang membuang limbah di laut.

“Rata-rata kapal-kapal ini membuangnya di 12 mill ke atas perairan Berakit,” kata dia. Limbah minyak hitam ini dibuang kapal ke laut dan sekitarĀ 5 hari baru sampai ke pesisir pantai. (met)