Kabar Pemkab

Apri Ingin Bangun Rumah Kompos

Kurangnya Alokasi Pupuk Subsidi untuk Petani

Wabup Bintan, Dalmasri Syam mengunjungi stan petani yang menjual buah hasil kebun mereka saat pertemuan petani se-Kabupaten Bintan di Pantai Dugong, Trikora 4, KM 52 Desa Malang rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (31/3) pagi. F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tersedianya alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Bintan masih menjadi keluhan para petani di Bintan.

Apalagi pupuk subsidi bagi para petani Kabupaten Bintan tersebut setiap tahunnya makin berkurang.

Hal tersebut diketahui usai pertemuan petani se-Kabupaten Bintan di Pantai Dugong, Trikora 4, KM 52 Desa Malang rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (31/3) pagi.

Bupati Bintan Apri Sujadi sendiri saat berdialog santai bersama para petani mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan selalu berkoordinasi intens ke Pemerintah Provinsi Kepri.

Namun memang alokasi dari Pemrov Kepri untuk pemenuhan pupuk bersubsidi bagi para petani yang ada di Bintan sangat jauh berkurang.

“Kita melihat memang sepertinya kita harus mandiri, karena alokasi pupuk subsidi yang diberikan kepada petani kita di Bintan selalu menurun,” katanya.

Namun, ia menegaskan agar seluruh petani Bintan dapat bersatu, dan menyiasati hal tersebut.

“Kita ingin bangun rumah kompos untuk para petani agar lebih mandiri,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pertemuan tersebut, para petani mampu memanfaatkan sebaik-baiknya untuk  dapat lebih meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan hal terpenting adalah  terkait pembenahan kelembagaan petani dalam menyukseskan pembangunan pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Penguatan kelembagaan bagi kelompok petani itu sangat penting, hal ini diperlukan bagi perwujudan petani yang mandiri.  Prinsipnya, bila seluruh petani kompak, maka seluruh petani bisa maju dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengutarakan bahwa para petani harus menjaga persaudaraan antar sesama.

“Jaga persaudaraan, dan kerukunan antar petani, karena kita keluarga besar petani,” tutupnya.(met)