Metro Bintan

Rp 2,6 Miliar untuk Beli Alat Uji Kir

UPTD Pengujian Kendaraan Dishub Bintan yang berlokasi di Jalan Tata Bumi, Ceruk Ijuk, Toapaya terlihat sepi karena tidak adanya aktivitas, Kamis (4/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan akan melakukan pengadaan sejumlah peralatan dan mesin pengadaan alat ukur pengujian kendaraan bermotor.

Sejumlah peralatan dan mesin pengujian kendaraan bermotor senilai Rp 2,6 miliar nantinya akan diletakkan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan yang berlokasi di Jalan Tata Bumi, Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya.

Sejumlah peralatan pengujian kendaraan yang akan diadakan ialah Computerized Brake Tester + Acle Load Mater, Gas Analyzer, Diesel Smoke Tester, Headlight Tester, Auxillary Display, LCD Flat Screen 32 Inch Wall Mounted.

Kadis Perhubungan Bintan, Moch Insan Amin menuturkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,6 miliar untuk belanja pengadaan dan pemasamgan peralatan pengujian kendaraan.

Selanjutnya, pihaknya akan mengajukan akreditasi uji kir ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sehingga pelayanan pengujian kendaraan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor bisa segera melayani uji kir secara berkala.

“Selama ini uji kir kendaraan dilakukan di daerah terdekat yang sudah terakreditasi misalnya uji kir bus sekolah, kita sebatas keluarkan surat rekomendasi ke Batam,” kata dia menjelaskan.

Dia menjelaskan, karena uji kir kendaraan di Bintan belum terakreditasi. Makanya pihaknya tidak melayani uji kir kendaraan. Ini terjadi setelah pemerintah pusat melarang daerah melakukan uji kir kendaraan bermotor yang belum mengantongi akreditasi.

Kebijakan ini dimulai sekitar bulan Juni 2018. Sehingga sejak itu, pihaknya tidak meneruskan melayani uji kir kendaraan karena belum terakreditasi.

“Kalau diteruskan bisa pungli, makanya disetop. Alhamdulillah tahun ini bisa diadakan alat pengujian kendaraan,” kata dia.

Nantinya setelah mendapatkan akreditasi dari Kemenhub, ia menargetkan setahun bisa melayani sekitar 1.100 kendaraan.

“Uji kir wajib setahun dua kali. Jadi setiap 6 bulan kendaraan wajib uji kir,” kata dia.

Dari uji kir kendaraan ini, ia menargetkan, pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 100 juta.

Ke depan, dia juga mengatakan uji kir kendaraan bermotor akan terkoneksi dengan data base di kementerian. “Pakai kartu,” ujarnya.

Insan juga mengisahkan bahwa dulunya dibangun UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor karena pemerintah pusat bersedia menyediakan peralatan uji kir.

Tetapi kenyataannya tidak. Malah pihaknya dua kali mengajukan peralatan ke Provinsi Kepulauan Riau, namun tidak juga terealisasi.

“Tahun ini Alhamdulillah Pak Bupati kita golkan dari APBD kita, hanya yang diadakan yang penting- penting saja. Kalau semua (lengkap peralatannya), dananya besar setidaknya bisa Rp 5 miliar,” kata dia.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bintan, M Khaidir yang ditemui di kantornya mengatakan, selama ini uji kir kendaraan Bintan menumpang di Batam. Pihak UPTD katanya cuma menerbitkan rekomendasi saja.

“Minta di sini, uji di Batam. Tak banyak namun ada saja, karena setidaknya 6 bulan sekali kendaraan semacam bus, truk dan taksi harus uji kir,” katanya.

Jika sudah terpasang alat uji kir yang baru, dia mengatakan, harus dilakukan sosialisasi ke pengguna jasa. Terlebih saat ini sudah banyak bus pariwisata beroperasi di Bintan ini. Selain itu, diperlukan juga sesekali melakukan razia kendaraan bersama pihak kepolisian untuk memeriksa kendaraan yang sudah mati uji kirnya.

Terakhir dia optimis, uji kir kendaraan akan membantu pengguna jasa karena mereka tidak perlu lagi ke Batam.

“Tak perlu lagi bolak-balik ke Batam, karena ongkosnya besar,” tutup dia. (met)