Peristiwa

Ditinggal Sembahyang, Bengkel Motor Terbakar

Tim Identifikasi Polres Bintan melakukan olah TKP di bengkel yang terbakar tidak jauh dari Pos Lantas Penaga, Jumat (5/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Bengkel sepeda motor di jalan raya Lintas Barat, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, tidak jauh dari Pos Lalu Lintas (Lantas) Penaga ludes terbakar pada Jumat (5/4) pagi.

Kebakaran diperkirakan sekitar pukul 07.30 WIB, saat pemilik bengkel, Sumadi alias Alex pergi meninggalkan bengkel dalam keadaan kosong untuk sembahyang di kebun milik keluarga.

Abang Sumadi, Acai, menuturkan dirinya sebenarnya juga akan menyusul adiknya untuk sembahyang bersama anggota keluarga lainnya.

Karena ada pembeli, pemilik warung ini melayani terlebih dahulu pembeli di warungnya.

Setelah melayani pembeli, ia dikagetkan sahutan dari seorang warga yang baru belanja dari warungnya.

Seorang pembeli tersebut melihat asap hitam mengumpal tinggi di langit tepat di atas bengkel adiknya tidak jauh dari warungnya.

“Ada orang tadi habis belanja di sini. Dia yang memberitahukan setelah melihat asap di atas bengkel adik saya. Saya langsung telepon dia (adik),” katanya.

Dirinya awal mulanya berusaha membuka bengkel dari depan. Namun bengkel dalam keadaan terkunci dengan gembok dari luar, dia kemudian dibantu warga berusaha menyelamatkan barang-barang milik adiknya dari samping bengkel.

“Belakang bengkel ini rumah dia (adik),” ujarnya.

Disinggung kerugian akibat kebakaran ini, ia menaksir sekitar Rp 100 juta lebih. “Rp 100 juta lebih, karena banyak yang habis terbakar,” kata dia.

Sementara itu, pemilik bengkel Sumadi alias Alex mengatakan, tidak banyak barang yang bisa diselamatkan. Hanya kulkas dan rak piring.

Barang lainnya seperti AC, kasur, 1 unit motor, kompresor dan onderdil sepeda motor serta peralatan bengkel habis dilahap si jago merah.

“Tidak banyak yang bisa diselamatkan, habis semua. Kerugian diperkirakan Rp 60 juta lebih,” ungkapnya.

Ponakan Sumadi, Apin mengatakan bapaknya bersama warga dibantu polisi sedaya upaya memadamkan api dari samping bengkel.

Kemudian mereka bergeser ke depan bengkel untuk memadamkan api.

“Air dari belakang habis, kemudian mereka pindah ke depan,” katanya.

Tidak lama, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Tanjunguban dan Toapaya tiba di lokasi. Tim Damkar sigap memadamkan bara api.

Bara api benar-benar padam sekitar pukul 10.30 WIB. Terlihat juga petugas dari PLN memutus aliran listrik di lokasi kejadian.

Kasubag TU UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar 08.30 WIB.

“Langsung kita bersama anggota ke lokasi, kita langsung berupaya memadamkan, memang kondisi bangunan habis terbakar.

Lalu kita lakukan pendinginan di lokasi kebakaran,” kata dia, pihaknya dibantu Damkar Toapaya.

Dari kejadian ini, dia memastikan tidak ada korban jiwa.

Selang beberapa menit, Tim identifikasi Satreskrim Polres Bintan turun ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Lokasi kebakaran mereka sterilkan dengan memasangkan garis police line.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardhana menyampaikan, pihaknya menyimpulkan sementara kebakaran disebabkan aliran arus pendek atau konsleting. Karena menurut pengakuan korban, dirinya tidak mematikan beberapa kontak listrik saat meninggalkan rumah seperti kontak Tv dan AC.

“Kerugian menurut korban ditaksir Rp 60 juta, karena yang habis diantaranya AC, 2 unit Tv LCD, 1 sepeda motor, peralatan bengkel dan sparepart kendaraan,” ujarnya.(met)