Metro Bintan

Baru 4 Parpol Daftarkan Saksinya

Bawaslu Bintan Akan Latih 1.273 Saksi

Ketua Bawaslu Bintan, Febriadinata. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Dari 16 partai politik peserta Pemilihan Umum 2019, baru 4 partai politik yang telah mendaftarkan saksi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bintan Febriadinata mengatakan, pihaknya akan melaksanakan pelatihan terhadap saksi yang telah didaftarkan partai politik ke Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau.

“Rencananya pelatihan saksi diadakan antara tanggal 8 sampai dengan 10 April 2019. Saat ini, kami masih akan rapatkan dahulu untuk menentukan jadwalnya,” ungkap Febriadinata.

Sejauh ini, partai politik untuk Kabupaten Bintan yang telah melaporkan saksinya kepada Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau melalui pimpinan partai politik tingkat provinsi berjumlah 4 partai politik.

4 partai politik tersebut ialah Partai Demokrat, Partai Golkar, Hanura dan NasDem.

“Total keseluruhan saksiĀ  partai politik yang akan dilatih di Kabupaten Bintan sebanyak 1.273 saksi partai,” sebut dia.

Disinggung apakah 12 partai politik peserta lainnya tidak menerjunkan saksinya saat hari pencoblosan nanti? Dia menjelaskan bukan tidak menerjunkan saksinya, hanya mereka tidak mengikuti pelatihan yang diberikan Bawaslu.

“Bisa saja nanti partai menurunkan saksinya namun sanksi yang diterjunkan sebelumnya tidak mendapatkan pelatihan dari Bawaslu. Pelatihan ini penting karena berkaitan yang boleh dan tak boleh,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, tidak ada sanksi bagi partai politik yang tidak menyerahkan nama saksi ke Bawaslu. “Hanya tidak bisa dilakukan pelatihan yang dijadwalkan Bawaslu,” kata dia.

Padalah menurut dia, pelatihan tersebut sangat penting karena akan dibekali buku saku pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, video tutorial dan materi.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Bintan, Haris Daulay mengatakan, pelatihan saksi yang akan dilakukan Bawaslu sangat penting untuk menyukseskan saat hari pencoblosan.

“Saksi perlu diberitahu aturan-aturan penting berkenaan dengan yang boleh dan tidak boleh. Yang sah dan tidak sah. Termasuk jenis-jenisĀ  pemilih dan syarat yang dibawa pemilih,” tutup dia. (met)