Kabar Pemkab

Dana Desa untuk Kembangkan Nelayan Tradisional

Wagub Kepri, Isdianto saat diskusi dengan nelayan usai acara dialog pembangunan desa di aula Kantor Camat Gunung Kijang, Senin (8/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan melalui Ketua DPD KNTI Kabupaten Bintan, Syukur Hariyanto mendorong pemerintah memberikan porsi lebih besar dalam pengelolaan dana desa untuk pengembangan nelayan tradisional.

Hal ini diungkapkannya dalam acara dialog pembangunan desa di aula Kantor Camat Gunung Kijang, Senin (8/4) pagi.

Dia menjelaskan, sebagian besar atau setidaknya 5 kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan, ialah kecamatan dengan potensi kemaritiman lumayan besar. Yakni Kecamatan Bintan Pesisir, Bintan Timur, Gunung Kijang, Mantang dan Kecamatan Tambelan.

Hanya menurut dia, alokasi anggaran untuk pengembangan nelayan tradisional masih minim.

Dia mencontohkan, lampu penerangan di tambatan nelayan Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir yang masih minim. Akibatnya, nelayan harus gelap-gelapan saat menguras air yang masuk ke perahu.

“Kalau tidak dikuras, perahu nelayan bisa tenggelam,” kata dia.

Dia menyebutkan juga banyak dermaga perahu nelayan yang harus diperbaiki. Kemudian nelayan juga membutuhkan pelatihan-pelatihan misalkan dalam pengelolaan hasil tangkapan.

Dia berharap, ke depan pemerintah bisa memberikan porsi anggaran lebih besar untuk peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional.

Sementara Wagub Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto usai membuka dialog mengharapkan supaya acara dialog ini bisa menghasilkan rumusan untuk kesejahteraan nelayan.

Sehingga lanjutnya, nanti ada masukan bagi pemerintah sebelum membuat kebijakan untuk kesejahteraan nelayan tradisional.

Terkait dana desa untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, dia menjawab bahwa dana desa sudah ada pagunya.

“Pemerintah selalu memikirkan kesejahteraan nelayan,” tutup dia. (met)