Kabar Pemkab

Apri Bentuk Kampung Siaga Bencana Tanjunguban Selatan

Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Bunda Tagana Kabupaten Bintan, Hj Deby Maryanti foto bersama usai membentuk Kampung Siaga Bencana Tanjunguban Selatan di Lapangan Bola Kampung Mentigi, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (9/4) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Tanjunguban Selatan sebagai Lokpri (Lokasi Prioritas) Wilayah Perbatasan Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan.

Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Bola Kampung Mentigi, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (9/4) pagi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial RI, Dra. Ni Masjitoh Tri Siswandewi, MSi, Bunda Tagana Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Maryanti, Kepala Fasharkan Mentigi, Wakapolres Bintan Kompol Dandung, Basarnas Tanjung Pinang, Sekda Bintan Adi Prihantara dan unsur terkait lainnya.

Pembentukan Kampung Siaga Bencana juga ditandai dengan Memorandum Of Understanding (MoU), pelantikan pengurus wilayah Tanjunguban Selatan serta pelepasan balon oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama unsur terkait lainnya.

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos usai kegiatan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan ketika menghadapi bencana.

Keberadaan KSB juga hendaknya mampu mendongkrak kesadaran warga dalam menyikapi bencana sehingga dapat meminimalisasi dampak terburuk dari bencana tersebut.

“Jadi KSB ini ditugaskan bagaimana menanggulangi bencana dengan cepat. Mulai dari evakuasi, memasang tenda darurat, hingga mengoperasikan dapur umum,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial RI, Dra. Ni Masjitoh Tri Siswandewi, MSi, mengharapkan pengurus wilayah Kampung Siaga Bencana bisa terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui berbagai pelatihan berjejaring yang diadakan instansi pemerintah. Semisal pelatihan dapur umum terkait nutrisi dan gizi, ahlinya di Dinas Kesehatan, atau pelatihan evakuasi misalkan dapat bekerjasama dengan psikolog.

Intinya dengan adanya Kampung Siaga Bencana, dia berharap masyarakat siap siaga ketika menghadapi situasi bencana meskipun potensi bencana di Kabupaten Bintan dikategorikan bencana alam seperti puting beliung dan bencana sosial seperti kebakaran.

“Kemensos memfasilitasi baik kabupaten dan kota supaya masyarakat siap siaga ketika menghadapi bencana,” ujar wanita yang akrab disapa Tetri.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 orang dengan menampilkan penanganan simulasi bencana yang melibatkan 250 orang lebih.(met)