Metro Bintan

Tambatan Perahu di Selat Bintan 2 Memprihatinkan

Seorang nelayan memanfaatkan tambatan nelayan sebagai tempat tambatan perahunya di Kampung Selat Bintan 2, Desa Pengujan, Rabu (10/4) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi tambatan perahu nelayan yang berlokasi di RT 005 RW 003 Dusun 3 Kampung Selat Bintan 2, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan memprihatinkan.

Padahal, puluhan nelayan menambatkan perahunya di sana. Seorang nelayan Kampung Selat Bintan 2, Desa Pengujan, Muhammad Yani menuturkan, tambatan perahu yang digunakan nelayan sudah terlihat memprihatinkan di jalan menuju ujung tambatan.

“Semua nelayan di sekitar sini memanfaatkan tambatan ini untuk menambatkan perahunya.  Kalau sedang ramai-ramainya (nelayan), takutnya roboh,” ujarnya.

Dia menyebut, nelayan yang menambatkan perahunya disini lumayan banyak. Setidaknya 20 Kepala Keluarga (KK) yang menambatkan perahu di sini.

Diakui Yani, sebenarnya masyarakat nelayan sudah pernah mengusulkan pembangunan tambatan perahu beton melalui pemerintah desa.

Namun, saat itu masih banyak usulan masyarakat yang dinilai lebih prioritas, sehingga pembangunan tambatan perahu beton belum bisa diutamakan.

“Anggaran desa kan tidak besar, tidak mungkin untuk membangun tambatan perahu saja, nanti lainnya bisa tidak terbangun,” ungkapnya.

Dia berharap pemerintah daerah bisa membangunkan tambatan perahu beton bagi nelayan dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, Fachrimsyah mengatakan, pihaknya akan memastikan dulu ke lapangan bila mana ada usulan pembangunan tambatan nelayan.

Karena menurutnya, terkadang yang terjadi, usulannya pembangunan pelantar bukan tambatan nelayan.

“Kalau pembangunan pelantar ke PU. Kalau usulannya tambatan perahu ke kita,” katanya.

Karena saat ini sudah pembahasan Musrenbang tingkat Kabupaten, dia berharap usulan yang ada nantinya bisa diselipkan di APBD Perubahan.

“Bisa juga kita usulkan ke pemerintah provinsi, seperti tahun kemarin dibangun dua pelantar oleh provinsi, diantaranya di Desa Penaga,” tutup dia. (met)