Metro Bintan

Sampel Ayam dan Babi Diambil

Monitoring Penyakit Flu Burung dan Rabies

Petugas DKPP Kabupaten Bintan melakukan kegiatan monitoring hewan di Kabupaten Bintan, Jumat (12/4) pagi. F.DKPP Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan bersama Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi melakukan kegiatan monitoring penyakit Avian Influenza (AI) atau penyakit flu burung dan penyakit rabies di Kabupaten Bintan mulai 9 hingga 12 April 2019.

Kadis DKPP Kabupaten Bintan, Khairul melalui Kasi Kesehatan Hewan di DKPP Bintan, drh Iwan Berri Prima menyampaikan, kegiatan ini rutin dilakukan untuk pengendalian dan penanggulangan penyakit pada hewan khususnya penyakit flu burung dan penyakit rabies.

Dia menyebut, penyakit flu burung pernah ditemukan positif pada unggas di Kabupaten Bintan, terakhir pada tahun 2009.

“Kejadiannya sudah cukup lama,”kata dia, Jumat (12/4).

Oleh sebab itu, saat ini, pihaknya kembali mengantisipasi dengan mengambil sampe pada ayam. Kurang lebih 205 sampel swab ayam diambil dari 41 peternak atau pedagang ayam potong yang tersebar di 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan.

Yakni Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Gunung Kijang, Kecamatan Toapaya, Kecamatan Teluk Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, dan Kecamatan Seri Kuala Lobam serta Kecamatan Bintan Utara.

“Sejauh ini tidak ditemukan kasus klinis positif flu burung,” ujarnya sembari berharap Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau umumnya bisa dicanangkan bebas dari penyakit flu burung.

Namun demikian sambungnya, sampel -sampel ini akan diuji di laboratorium BVet Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Selain memonitoring penyakit flu burung, dia menyebut, penyakit lain juga dilakukan monitoring seperti penyakit rabies dan penyakit Hog Cholera.

“Kita juga mengambil sampel darah 51 ekor babi dari 5 orang peternak di Teluk Sebong, Toapaya dan Bintan Timur,” ujarnya.

Kendati tidak ditemukan kasus klinis flu burung dan rabies, dia mengimbau warga tetap peduli akan kesehatan hewan.

Jika ada hewan misalkan ayam atau babi yang mati mendadak atau terkena gigitan anjing, sebaiknya diperiksakan sedini mungkin.

“Bisa hubungi kami juga, nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk ditangani bersama,” kata dia.(met)