Peristiwa

TPS di Uban Sempat Ricuh, ABK Ingin Nyoblos

Pakai KTP luar Bintan

Suasana sempat memanas di TPS 16 Tanjunguban, Rabu (17/4). F.Cok untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kericuhan sempat terjadi di dua TPS di Kelurahan Tanjunguban Kota Kecamatan Bintan Utara, Rabu (17/4).

Kejadian bermula saat sejumlah awak kapal kebetulan berada di Tanjunguban berkeinginan menggunakan hak suaranya di TPS 9 Tanjunguban Kota. Hanya mereka sebelumnya tidak pernah mengurus surat pindah memilih.

“Mereka termakan berita hoaks bahwa hanya modal e KTP bisa mencoblos. Padahal bisa mencoblos dengan e KTP namun domisili di Bintan sedangkan domisili mereka di Makasar dan Jakarta,” jelas Ketua Panwaslucam Bintan Utara, Handaru saat dihubungi Batam Pos.

Dia menjelaskan, setelah dijelaskan sesuai aturan, akhirnya mereka mengerti.

Dia juga menjelaskan, dirinya menerima laporan kericuhan di TPS 16. Kericuhan terjadi karena pemilih ingin mendaftar di Daftar Pemilih Khusus (DPK) kesal lantaran kekurangan surat suara.

“Tadi sudah diatasi sama KPU dengan mengambil kertas suara dari TPS lainnya,” kata dia.

Ketua Bawaslu Bintan, Febriadinata menjelaskan bahwa ada beberapa orang pekerja kapal yang ingin mencoblos di TPS yang ada di Tanjunguban namun mereka sebelumnya tidak mengurus surat pindah.

“Sesuai aturan memang tidak dibolehkan. Namun, tadi sudah dijelaskan sama petugas di TPS,” katanya.

Sedangkan laporan lain terkait pemilih di DPK yang kesal karena tidak menerima surat suara. “Tadi petugas di lapangan sudah mengambil surat suara dari TPS yang kelebihan, sudah selesai masalahnya,” kata dia.

Komisioner KPU Bintan, Haris Daulay mengakui ada beberapa daerah yang kekurangan surat suara seperti di Tanjunguban, Teluk Bintan, Kawal dan lainnya.

Dia mengatakan, pihaknya sedang berupaya mencukupi surat suara yang kurang dengan mengambil surat suara dari TPS yang kelebihan surat suara.

“Kita ambil dari TPS yang kelebihan surat suara,” jelas dia singkat. (met)