Metro Bintan

Harga Cabai Rawit di Tanjunguban Naik

Komoditi Berkurang

Seorang pedagang di Pasar Lama Tanjunguban menunjukkan cabai rawit yang harganya berkisar Rp 80 ribu sekilo, Minggu (21/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Harga cabai rawit di sejumlah pedagang yang berada di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara melonjak.

Jika biasanya harga cabai rawit berkisar Rp 46 sampai Rp 60 ribu sekilo. Kemarin (21/4), pantauan di sejumlah pedagang harga cabai berkisar Rp 70 sampai 80 ribu sekilo. Bahkan kabarnya ada yang menjual Rp 100 ribu sekilo.

Pedagang di Pasar Lama Tanjunguban, Apung mengatakan, sudah beberapa hari cabai rawit kosong.

“Tidak ada cabai rawit, makanya kami tidak jual. Kemarin tongnya kami isikan terong, hari ini kami isi buncis,”kata dia.

Dia mengatakan, kalau barangnya ada biasanya mereka menjual cabai rawit seharga Rp 70 ribu sekilo.

“Tak jual tinggi, karena kami menjaga pelanggan,”katanya.

Sedangkan cabai merah di warungnya masih normal berkisar Rp 45 ribu sekilo.

Pedagang lainnya di Pasar Lama, Ion mengatakan, harga  cabai merah masih berkisar Rp 45 ribu sekilo, sedangkan harga cabai rawit terus naik. Saat ini harga cabai rawit berkisar Rp 70 sampai Rp 80 ribu sekilo.

“Ada juga pedagang yang menjual sampai Rp 100 ribu sekilo, tapi tidak tahu barangnya dari mana,”akunya.

Seorang pedagang makanan, Awan mengeluhkan naiknya harga cabai merah. Dia terpaksa membeli karena pembeli makanan terkadang meminta sambal.

“Ya dipakai sendiri sama untuk dijual. Mau tidak maulah, harus dibeli,”katanya.

Pedagang makanan lainnya, Parmi mengatakan, dua hari ini dia membeli cabe rawit “setan” seharga Rp 100 ribu sekilo.

“Normalnya Rp 45 sampai Rp 60 ribu, 3 hari lalu masih 60 ribu. Namun 2 hari ini sudah Rp 100 ribu sekilo,”kata pedagang nasi di Pasar Baru.

Kendati harganya naik, dia mengatakan masih menjual nasi bungkus seharga Rp 16 ribu.

“Jual biasa saja, tak naikkan harga dari dulu “katanya.(met)