Peristiwa

Terima Order Lempar Sabu, 2 Penambang Pompong Ditangkap

Lapas Narkotika Gagalkan Penyelundupan Sabu

Dua warga Tanjungpinang M dan E, diamankan pihak Lapas Klas IIA Narkotika Tanjungpinang, Selasa (23/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Dua penambang pompong (perahu penumpang, red) jurusan Tanjungpinang-Penyengat inisial M, 25, dan E, 24, dijebloskan ke sel tahanan.

Pasalnya, keduanya kepergok hendak melempar dua paket narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam gelas plastik minuman kemasan Ale-ale ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang di Jalan Raya Kilometer 18 arah Kijang, Kecamatan Gunung Kijang pada Selasa (23/4) malam.

Kepada petugas sipir, keduanya mengaku menerima orderan dari seorang wanita yang kabarnya memiliki kekasih narapidana di dalam Lapas khusus Narkotika.

Si wanita sudah meletakkan sabu di dalam gelas plastik minuman kemasan Ale-ale yang diletakkan di semak-semak luar Lapas.

Jadi, keduanya tinggal mengambil gelas plastik tersebut, dan melemparnya ke dalam Lapas.

Keduanya beraksi mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, mereka melewati pintu portal penjagaan Lapas umum. Hanya karena mondar-mandir, membuat petugas jaga menaruh rasa curiga.

Petugas jaga di Lapas umum langsung melaporkan kecurigaannya ke petugas Lapas Narkotika yang berada di belakang bangunan Lapas umum.

Petugas sipir di Lapas Narkotika langsung mengamati gerak-gerik keduanya. Langkah keduanya terpantau kamera CCTV. Bahkan petugas jaga di menara juga memantau gerak gerik keduanya.

Saat barang haram sudah di tangan keduanya dan bersiap hendak dilempar ke Lapas, petugas langsung menangkap basah keduanya.

Alamat, keduanya tak berkutik saat ditangkap. Barang berupa dua paket sabu, di tangan keduanya.

Warga Penyengat, Tri, mengatakan, keduanya warga Penyengat. Kerjanya sebagai penambang pompong.

Kepala Lapas Khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang, Misbahuddin mengatakan, pihaknya berhasil mengagalkan upaya penyelundupan dua paket sabu ke dalam Lapas dengan modus lempar.

“Sebelumnya modus serupa juga sudah kami gagalkan, “kata dia.

Kedua, katanya, mengaku warga Tanjungpinang dan bekerja sebagai penambang pompong Tanjungpinang-Penyengat.

“Keduanya disuruh wanita. Si wanita ini sudah biasa ke sini, karena pacarnya di dalam, “kata dia.

Keduanya sudah diserahkan ke pihak kepolisian.(met)