Peristiwa

Hanyut Berhari-hari, Selamat setelah Berpegangan pada Mayat

Pompong TKI Tenggelam, 5 Selamat, 1 Meninggal, 4 Masih Dicari

TKI yang selamat usai ditemukan nelayan di perairan Lagoi, Selasa (7/5) pagi, saat dirawat di Puskesmas Teluk Sebong. F.Reskrim Polres Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pompong yang membawa 8 orang TKI dan 2 orang tekong tenggelam di perairan Nongsa, Batam pada Minggu (5/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kejadian bermula saat pompong yang mengangkut TKI ilegal dari Sei Rengit, Malaysia menuju Nongsa Batam.

Dalam perjalanan, pompong dihantam angin barat laut sehingga diterjang ombak dari belakang. Akibatnya, pompong karam karena masuk air.

Kejadian ini diketahui saat, nelayan menemukan tiga TKI selamat di Perairan Lagoi, Desa Sebong Lagoi, Selasa (7/5) pagi.

Pagi itu, nelayan bernama Aboh melihat seorang TKI hanyut bernama Zulhakimi Juni Saputra di depan Nirwana Resort Lagoi. Kemudian dia menyelamatkan TKI tersebut dengan membawa ke puskesmas.

Tidak lama setelah penemuan itu, nelayan lainnya bernama Yono menemukan TKI lainnya bernama Nasrudin dan Fahmi hanyut di depan perairan Banyan Tree Lagoi.

Dari pengakuan salah seorang TKI, bahwa diantara mereka bisa selamat karena bergantung pada seorang jasad TKI lainnya.

Dari keterangan itu, akhirnya pihak kepolisian menyisir perairan Lagoi untuk menemukan mayat yang dimaksud. Namun siang itu, tidak ditemukan mayat yang dimaksud.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur membenarkan ada tiga TKI yang ditemukan terdampar di perairan Lagoi. Ketiganya selamat saat ditemukan nelayan.

“Saat ini lagi dimintai keterangan di kantor polisi,” kata dia.

Camat Teluk Sebong Sri Heni Utami membenarkan ada tiga TKI yang ditemukan nelayan setempat terdampar dalam kondisi selamat di perairan Sebong Lagoi.

“Tadi sudah dibawa ke Puskesmas,” kata dia.

Dia mengatakan, kalau menurut TKI yang selamat bahwa mereka berjumlah 10 orang dari Malaysia tujuan Batam. Dari 10 orang, tiga ditemukan terdampar, sedangkan menurut TKI ada temannya yang meninggal.

Dari keterangan ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena menurut salah seorang TKI, ada temannya yang meninggal dunia.

Kemudian pihaknya bersama pihak kepolisian menyisir pulau di depan perairan Lagoi, namun tidak ditemukan mayat yang meninggal seperti diceritakan TKI.

“Kita juga sudah koordinasi dengan BP3TKI,” kata dia.

Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, seorang nelayan kembali menemukan 3 orang TKI di Pantai Sakera Tanjunguban. Dimana, 1 diantaranya sudah meninggal dunia atas nama Linda.

Dua yang selamat atas nama Darmiyati dan Zahrami.

“Ditemukan sekitar jam 15 00 WIB, namun evakuasinya sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Kasatreskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardhana di RSUD Tanjunguban.

Dia menceritakan jika Darmayanti bisa selamat setelah tenggelam dan hanyut berhari-hari karena berpegangan pada paha dan kaki Linda.

“Jadi yang meninggal dijadikan pelampung sama mereka,” kata dia.

Sejauh ini, katanya, sudah 6 orang TKI yang ditemukan, dimana 1 orang meninggal dunia.

“4 lagi masih dicari, 2 diantaranya kemungkinan tekong,” kata dia.

Sementara itu, di RSUD Tanjunguban, sejumlah tokoh Aceh berkumpul di rumah sakit. Para tokoh ini berusaha menghubungi keluarga para korban TKI yang tenggelam.

Pada malam itu juga, Linda, TKI yang meninggal akan dimakamkan di TPU Kebun Lima, arah Lobam. “Ya malam ini mau dimakamkan, masih menunggu siap digali kuburannya,” kata Aji, petugas ambulans. (met)