Peristiwa

Polisi Tangkap Tekong TKI

F. SLAMET NOFASUSANTO/BATAM POS
Tekong TKI yang pompongnya tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Minggu (5/5) malam, diamankan polisi.

batampos.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Bintan mengamankan seorang tekong TKI ilegal, Hasrami, 31, dari tenggelamnya pompong yang mengangkut delapan TKI dan satu awak kapal di perairan Nongsa, Batam, Minggu (5/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Guna proses penyelidikan, Hasrami dibawa polisi dari Polres Bintan dan Ditpolair Polda Kepri ke lokasi kejadian tenggelamnya pompong di perairan Nongsa, Batam, Rabu (8/5) .
Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang ditemui di Mapolsek Bintan Utara mengatakan, sampai saat ini sudah tujuh orang ditemukan dari 10 orang.

Dari tujuh orang tersebut, enam orang ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan satu di antaranya perempuan sudah meninggal dunia atas nama Linda, 31.

”Tadi malam (Selasa) sudah dimakamkan,” kata dia.

Dari tujuh orang yang ditemukan, satu orang yang diamankan adalah Hasrami, sang tekong.

”Untuk sementara ini masih tahap interogasi dan peme-riksaan,” kata dia.

Keterangan para korban masih berubah-ubah dikarenakan kondisi semuanya masih labil. Sehingga keterangannya belum bisa jadi acuan.

”Mungkin karena tenggelam dan hanyut dua hari. Jadi, kita beri waktu ke mereka biar pulih dulu,” ujarnya.

Sementara tiga orang lagi yang belum ditemukan. TNI dan Basarnas dibantu Ditpolair Polda Kepri terus melakukan penyisiran ke lokasi perairan Bintan.

”Kita masih menyisir pantai dan seputaran perairan Bintan, mencari tiga korban yang belum ditemukan,” kata dia.

Karena lokasi kejadiannya di perairan Batam, ada kemungkinan kasusnya dilimpahkan ke Batam.

Pegawai BP3TKI Tanjungpinang Darman membenarkan bahwa tujuh orang sudah ditemukan, namun 1 meninggal dunia.

Untuk pemulangan, setelah kasusnya selesai di kepolisian dan para TKI dilimpahkan ke pihaknya, maka pihaknya siap memfasilitasi pemulangan para TKI ini.

”Kalau kondisi mereka sudah sehat, bisa langsung dipulangkan,” katanya.

Darmiaty, 29, menuturkan, dia di Malaysia hampir 2 tahun. Karena rindu sama anaknya, dia ingin pulang melalui jalur tak resmi. Hal ini disebabkan waktu pertama mereka masuk tercatat sebagai pelancong. Namun, izin tinggal sudah habis.

”Anak cuti sekolah, saya ingin tengok anak-anak,” kata wanita asal Aceh ini.

Dia juga bersyukur bisa selamat. Selama beberapa hari terombang-ambing di laut, dia berpegangan pada seorang TKI yang sudah meninggal dunia.

”Saya pegang kakinya,” kata dia.

Zulhakimi Juni Saputra, TKI lainnya yang selamat menga-takan, saat itu angin kencang. Karena pompong berukuran kecil, akhirnya air masuk ke dalam pompong dan tenggelam.

Setelah pompong tenggelam, 20 menit kemudian, mereka melihat TKI lainnya bernama Linda sudah mengapung. Awalnya mereka menggunakan pelampung seadanya untuk bertahan. Dia kemudian mengambil tali dan mengikatkannya ke tubuh TKI yang sudah menjadi mayat.

”Tali saya jumpa di laut, saya ikatkan ke tubuh yang meninggal,” kata dia.

Kemudian dia menemukan jeriken warna merah. Karena mereka berenam bergantung di mayat tersebut, akhirnya dia meraih jeriken dan menggunakannya sebagai pelampung.
Dia juga mengatakan, saat ini istrinya lagi hamil. Dia sudah berkomunikasi dengan istrinya di kampung. Hanya dia tak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada istrinya.

Karena takut mengganggu janin di dalam kandungan istrinya.

Zulhakimi merupakan TKI pertama yang ditemukan pada Selasa (7/5) pagi di Perairan Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.

Tak lama, dua TKI lainnya ditemukan yakni Nasruddin dan Fadlon Fahmi di Perairan Kampung Baru, Desa Sebong, Lagoi.

Selanjutnya, Hazrami, diduga tekong dan Linda (meninggal) dan Darmiaty di perairan Sakera, Desa Sebong Pereh. Hanya saat itu, Hazrami dan Darniaty diselamatkan TNI AL dibawa ke Pos AL Lagoi, sedangkan mayat dievakuasi Polisi ke darat.

Sekitar pukul 17.00, ditemukan TKI lainnya bernama Muhammad Sabrib di perairan Desa Sebong Pereh.

Tiga korban belum ditemukan, diidentifikasi dua laki-laki dan satu perempuan. Dimana, satu di antaranya bernama Agam, ABK dari tekong. (met)