Peristiwa

Tekong dan 5 TKI Diserahkan ke Polda Kepri

F. SLAMET NOFASUSANTO/BATAM POS
Para TKI ilegal yang selamat dari kejadian tenggelamnya pompong di perairan Nongsa Batam pada Minggu (5/5) malam sebelum diserahkan ke Polda Kepri.

batampos.co.id – Penanganan kasus tenggelamnya pompong yang mengangkut TKI ilegal dari Sei Rengit, Malaysia, yang terjadi di perairan Nongsa Batam, Minggu (5/5) sekitar pukul 22.00 WIB, dilimpahkan dari Polres Bintan ke Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Kasatpolair Polres Bintan AKP Suardi ketika dihubungi Batam Pos Kamis (9/5) siang membenarkan. Menurutnya, setelah melakukan olah TKP dengan membawa tekong pompong ke lokasi kejadian, ternyata lokasi tenggelamnya di perairan Nongsa Batam.
Berdasar hal tersebut, akhirnya seorang tekong dan lima TKI diserahkan ke Ditpolair Polda Kepulauan Riau.

”Waktu penyerahan ke Ditpolair Polda Kepri disaksikan saya sendiri, Kasatreskrim, dan Kapolsek Bintan Utara,” kata dia.

Kendati sudah diserahkan penanganan kasusnya, dia mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap tiga orang korban yang sampai sekarang belum ditemukan.

”Kalau pencarian masih dilakukan,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Eko Suprianto mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian, namun tiga korban pompong tenggelam di perairan Nongsa, Batam, belum ditemukan.

Diberitakan sebelumnya, kapal pompong yang me-ngangkut delapan TKI, satu tekong dan satu awak kapal berangkat dari Sei Rengit, Malaysia, pada Minggu (5/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Sekitar 40 menit perjalanan, kapal mereka dihantam angin kencang dan membuat air masuk ke dalam kapal. Akibat kejadian ini membuat kapal tenggelam.

Kemudian pada Selasa (7/5) pagi, seorang TKI ditemukan di perairan Lagoi bernama Zulhakimi. Tak lama berselang, dua TKI ditemukan di perairan Lagoi bernama Nasruddin dan Fadhlon Fahmi.

Sorenya, tiga orang korban ditemukan di perairan Sekera. Dua ditemukan masih selamat, dimana satu di antaranya tekong bernama Hasriami. Sedangkan satu orang lainnya meninggal dunia bernama Linda.

Kemudian di hari yang sama menjelang magrib, ditemukan satu orang TKI lagi bernama Muhammad Sabrib di perairan Sekera. (met)