Peristiwa

Waspada Tiket Palsu, Jangan Beli Tiket di Calo

Masyarakat membeli tiket di loket Kantor Pelni yang berada di Tanjungpinang, Jumat (10/5) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat yang hendak pulang kampung dengan menggunakan jasa kapal laut Pelni sebaiknya membeli tiket jauh-jauh hari.

“Beli tiket kapal jauh-jauh hari, karena dikhawatirkan sheatnya habis, tidak kebagian,” kata Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Safran di kantornya, Tanjungpinang, Jumat (10/5) siang.

Karena, menjelang Hari Raya ini, Pelni tidak menjual tiket non sheat. Jadi, sheat yang dijual terbatas. Selain itu, pembelian tiket kapal Pelni bisa diakses melalui mana saja diantaranya pembelian melalui aplikasi online.

Dia juga mengimbau pemudik membeli tiket di loket-loket penjualan tiket resmi. Karena sudah ada laporan dari masyarakat adanya penjualan tiket kapal Pelni di pelabuhan Kijang.

“Saya khawatirnya tiket palsu, nanti saya cek ke Kijang,” kata dia.

Terlebih sebelum masuk ke dalam kapal, penumpang diwajibkan melakukan pencocokan identitas saat boarding pass di terminal.

“Kalau tidak sesuai dengan indentitas penumpang, maka tidak bisa discan, kan ada barcode di tiketnya. Makanya  harus sesuai KTP. Kalau tiket palsu, kasihannya tak bisa berangkat, uangnya juga habis,” kata dia.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat sebaiknya jangan membeli tiket di calo.

Tahun 2019 ini, dia mengatakan, ada beberapa kapal yang akan melayani arus mudik Lebaran ke beberapa rute di tanah air. Diantaranya KM Omsini dengan kapasitas sheat sekitar 2 ribu, dan Bukit Raya dengan kapasitas sekitar 1 ribu. Dimana, saat ini kapal Bukit Raya lagi perbaikan sparepart.

“Diperkirakan tanggal 23 sudah jalan dari Periok, saya masih menunggu employenya. Kalau sudah keluar, baru dibuatkan jadwalnya,” kata dia.

Selain itu, katanya ada juga kapal Sabuk Nusantara (Sanus) 80 dan Sanus 48.

“Rencana juga ada Sanus 83. Kalau tidak ada halangan bisa berjalan semua,” kata dia.

Untuk harga tiket, dia mengatakan, tidak ada perubahan. Sedangkan bebas bagasi sekitar 40 kilogram sesuai instruksi Kemenhub.

Sementara itu, Sariana, 27, warga Tarempa, Anambas saat ditemui di kantor Pelni Tanjungpinang mengatakan, untuk rute ke Tarempa belum ada.

Biasanya, setiap tahun ada kapal Bukit Raya, namun siang itu saat dia datang ke kantor Pelni di Batu 5 Atas Tanjungpinang, belum ada jadwalnya.

“Ya mau pulang ke Tarempa, biasaya Bukit Raya. Tapi katanya lagi perbaikan, tanggal 25 katanya baru ada,” kata dia.

Dia memilih naik kapal Pelni, karena harga tiketnya lebih murah. Jika naik kapal cepat, dia harus merogoh uang sekitar Rp 450 ribu, sedangkan tiket Pelni sekitar Rp 180 ribu.

“Ya semoga saja ada,” kata wanita yang sedang mengandung 7 bulan ini.

Adapun, jadwal kapal yang akan berangkat dari Kijang. Yakni KM Umsini, berangkat dari Kijang pada 17 Mei 2018 dengab lintasan ke Tanjungperiok ke Surabaya ke Makasar ke Larantuka ke Maumere ke Loweleba ke Kupang.

Kemudian berangkat pada 18 Mei, dengan KM Kelud dari Kijang tujuan Tanjungperiok.

Selanjutnya tanggal 27 Mei, KM  Dorolonda dari Kijang tujuan Tanjungperiok ke Surabaya.

Selain itu, tanggal 16 Mei 2019 berangkat KM Kelud dari Kijang tujuan Batam ke Belawan.

Tanggal 25 Mei KM Dorolonda dari Kijang ke Batam ke Tanjungbalai ke Belawan. (met)