Metro Bintan

Kosmetik Kedaluwarsa Langsung Dimusnahkan

BPOM Kepri dan Satgas Pangan Razia Toko Kelontong

Petugas BPOM Kepri merazia toko kelontong di Pasar Lama Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (15/5) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Bintan melakukan razia di sejumlah toko kelontong dan obat-obatan yang berada di kawasan Pasar Lama Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Rabu (15/5) siang.

Dari razia itu, petugas menemukan sejumlah produk kosmetik dari berbagai merek sudah kedaluwarsa.



“Sejauh ini tak banyak. Yang ditemukan kosmetik yang sudah kedaluwarsa,” ujar Tri Anggraini, Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Kepri.

Tri mengatakan, setelah ditemukan, kosmetik kedaluwarsa langsung dimusnahkan oleh pemiliknya.

“Dibuka di dalam ember, langsung dimusnahkan sama pemiliknya, kita menyaksikan,” kata dia.

Sampai saat ini, kata dia belum ditemukan obat-obatan kedaluwarsa belum. Karena pihaknya baru melakukan razia ke beberapa toko kelontong.

“Dua hari, Hari ini di Uban, besok di Kijang,” katanya.

Dikatakannya, razia ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan pangan atau makanan dan obat-obatan selama bulan suci Ramadan dan menjelang Lebaran.

Razia melibatkan lintas sektor, diantaranya Polsek Bintan Timur, Satreskrim Polres Bintan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Dinas Kesehatan Bintan.

Sementara pedagang toko kelontong di Kawasan Pasar Lama Tanjunguban, Tono mengatakan, dia hanya ambil dari distributor tanpa memeriksa lebih dahulu.

Petugas BPOM Kepri merazia toko kelontong di Pasar Lama Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (15/5) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

“Saya tak cek,” akunya.

Ketika barang kosmetiknya yang kedaluwarsa miliknya disita petugas, dia berharap masih bisa dikembalikan.

“Tak dikembalikan ya, nanti saya kembalikan ke distributor,” kata dia.

Sementara itu, Pegawai Analisa dan Harga Pasar, Pengadaan dan Pelayanan Publik di Subdivre Bulog Tanjungpinang, Hendra Gunafi yang berada dalam Satgas Pangan Bintan mengatakan, terkait harga gula pasir yang sebelumnya dikabarkan merangkak naik karena harga di atas HET, dirinya sudah mengumpulkan sejumlah distributor gula pasir yang menjadi rekanan Bulog.

“Kita selalu memberikan penekananan ke distributor kita bahwa menjual sesuai standar HET supaya tidak ada masalah kenaikan harga,” kata dia singkat.

Sebelumnya Bulog menemukan harga gula pasir di atas Rp 13.000 per kilogram. Padahal HET berdasarkan harga Bulog berkisar Rp 12.500 per kilogram.(met)

Loading...