Metro Bintan

Lima Petugas KPPS akan Terima Santunan

Salah satu petugas yang menjalani rawat inap karena dugaan kelelahan saat bertugas selama pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Bintan. F. KPU Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Lima orang petugas KPPS yang mengalami musibah saat bertugas selama pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Bintan akan mendapatkan santunan. Santunan yang diberikan KPU Pusat ini berkisar Rp 2 hingga Rp 15 juta.

Komisioner KPU Bintan, Syamsul mengatakan awalnya ada 7 petugas KPPS yang diusulkan ke KPU Pusat untuk menerima santunan.

7 petugas KPPS tersebut ialah Wenty, anggota KPPS TPS 6 Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur. Susanti anggota TPS 6 Kelurahan Gunung Lengkus, Andi Triadi, anggota PPK Kecamatan Gunung Kijang, Syaiful Erwin, anggota PPS Kelurahan Tanjunguban Selatan, Yofa, petugas sekretariat PPS Kelurahan Tanjunguban Kota dan Abdul Halim, anggota PPK Kecamatan Teluk Sebong serta Angka Surya Wijaya, Ketua PPS Desa Sri Bintan.

Dari 7 orang petugas KPPS itu, lanjut dia, 2 orang petugas menjalani rawat jalan ialah Susanti dan Syaiful Erwin sedangkan 5 petugas KPPS menjalani rawat inap.

Terakhir edaran dari KPU Pusat bahwa santunan diprioritaskan kepada petugas KPPS yang menjalani rawat inap.

Sedangkan petugas KPPS yang menjalani rawat jalan, kata dia harus menambah persyaratan selain surat keterangan dokter dan risalah medis.

“Dua orang yang rawat jalan tidak melengkapi, sehingga diusulkan untuk menerima santunan cuma 5 orang petugas KPPS,” jelas dia.

Berdasarkan SK KPU nomor 926/KU.03.2.Kpt/05/KPU/IV/2019 tentang Pedoman Teknis Pemberian Santunan Kecelakaan Kerja Bagi Anggota dan Sekretariat PPK dan PPS dan Anggota KPPS serta petugas ketertiban TPS dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Kata dia, untuk petugas yang menjalani rawat inap selama 1 hingga 2 hari akan menerima santunan sekitar Rp 2 juta, sedangkan petugas KPPS yang menjalani rawat inap 3 sampai 4 hari akan menerima santunan Rp 4 juta. Sedangkan yang rawat inap selama 10 hari akan mendapatkan santunan Rp 15 juta.

Disinggung kapan realisasinya? Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu dari KPU Pusat. Karena KPU Pusat lagi memprioritaskan pemberian santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia. (met)