Metro Bintan

Bintan Segera Luncurkan Kartu Identitas Anak

Siapkan 12.800 Blanko

Sekretaris Disdukcapil Bintan, Irianto menunjukkan contoh kartu KIA yang dicetak di kantornya di Tanjungpinang, Senin (20/5) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Disdukcapil Kabupaten Bintan siap meluncurkan layanan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia di bawah 17 tahun.

“Habis Lebaran sudah bisa dilayani meskipun sebelumnya sudah ada masyarakat yang mengajukan dan kita layani,” kata Sekretaris Disdukcapil Bintan, Irianto ditemui di ruang kerjanya di Kantor Disdukcapil Bintan yang berlokasi di Tanjungpinang, Senin (20/5) siang.

Dia mengatakan, saat ini Disdukcapil Bintan sedang melakukan persiapan sebelum meluncurkan layanan KIA. Diantaranya persiapan blanko dan alat cetak.

“Blanko dan alat cetak sudah siap,” kata dia.

Selain itu, Disdukcapil Bintan juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Bintan. Tujuannya untuk mengumpulkan data pelajar baik di tingkat SD dan SMP yang ada di Kabupaten Bintan.

“Kita prioritaskan pelajar SD dan SMP. Teknisnya nanti kita akan bekerjasama dengan Disdik Bintan, kemudian UPT Disdik di kecamatan akan mengumpulkan data anak di sekolah-sekolah,” kata dia.

Data anak diantaranya berupa fotokopi akta kelahiran anak, fotokopi KTP orangtua dan fotokopi Kartu Keluarga orangtua akan dikumpulkan untuk dikirimkan ke Disdukcapil.

“Kemungkinan kita ambil softkopinya aja,” katanya.

Demikian juga untuk foto wajah anak, dia menyebut, akan diambil juga yang softkopinya. Untuk foto wajah KIA, dia mengatakan untuk anak usia 0 sampai dengan 5 tahun, bebas berekspresi.

“KIA ini sekaligus membantu percepatan pengurusan akta kelahiran,” ujarnya.

Setelah data di kantor Disdukcapil Bintan, dia mengatakan, nanti data akan diolah untuk selanjutnya dicetak. Sehingga lanjutnya, tidak ada perekaman biometrik seperti KTP elektronik.

Sedangkan pelajar SMA setingkatnya, dia menyarankan untuk melakukan perekaman biometrik untuk KTP elektronik.

“Kalau pelajar SMA, mereka sudah boleh rekam misalkan usia 16 tahun saja sudah bisa rekam. Namun, cetak KTP elektroniknya tunggu ketika mereka benar-benar usia 17 tahun,” kata dia.

Kasi Pendataan Disdukcapil Bintan, Budiana mengatakan, berdasarkan Kemendagri RI bahwa pada tahun 2019, program KIA sudah mesti jalan di Kabupaten Bintan.

“Kemarin karena terbentur Pemilu, akhirnya layanan KIA dimundurkan. Sebenarnya Bintan sudah mulai melayani KIA. Kalau ada yang mengajukan persyaratan, kita layani,” kata dia.

Untuk blanko, dari APBN, ia mengatakan, sudah dianggarkan sekitar Rp 6 ribu keping blanko. Sedangkan Pemkab Bintan pada 2018 sudah menganggarkan sekitar 6.800 keping blanko KIA.

“Stok 12.800 keping blanko KIA,” sebutnya.

Dijelaskannya, kendati KIA untuk anak usia o tahun sampai 17 tahun kurang 1 hari, namun pihaknya memprioritaskan anak-anak dalam dua golongan usia. Pertama anak usia PAUD dan TK atau 5 hingga 6 tahun dan kedua anak kelas 9 SMP.

“Kenapa usia mereka diprioritaskan untuk ┬áditerbitkan? Karena KIA ke depan menjadi syarat masuk sekolah,” kata dia.

Sedangkan bagi anak sekolah kelas 10 dan 11 SMA atau sederajat, dia menyarankan melakukan perekaman biometrik KTP elektreonik.

Apa saja manfaat KIA? Ia menjelaskan, selain menjadi bukti identitas yang sah dan syarat masuk sekolah. KIA juga berguna untuk keperluan perbankan, pelayanan kesehatan di Puskesmas, pembuatan dokumen keimigrasian, mengurus klaim santunan kematian, dan mencegah terjadinya perdagangan anak.

“Kita akan terus sosialisasikan, karena banyak orangtua yang belum mengetahuinya manfaat dari KIA,” tutupnya.(met)