Metro Bintan

2.003 Orang Diburu Disdukcapil Bintan

Belum Melakukan Perekaman e-KTP

Kepala Seksi Pendataan Disdukcapil Bintan, Budiana. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Disdukcapil Kabupaten Bintan memburu 2.003 warga Bintan karena belum melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Seksi Pendataan di Disdukcapil Bintan, Budiana mengatakan, sampai saat ini sudah sekitar 104.753 warga Bintan melakukan perekaman e-KTP, sedangkan 2.003 warga Bintan saat ini sedang diburu karena belum melakukan perekaman e-KTP.

“Sebagian besar tidak berada di tempat, mereka bekerja di luar daerah tidak balik-balik,” menurut Budi.

Dia menegaskan jika warga tidak melakukan perekaman e-KTP maka data-datanya bisa dinonaktifkan atau diblokir di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Kita sudah mengimbau masyarakat melaporkan peristiwa kependudukan dan kalau tidak tertib, sanksi pemblokiran data,” tegasnya.

Seorang warga melakukan perekaman e-KTP di kantor Disdukcapil Bintan, kemarin. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Sanksi pemblokiran bisa dilakukan jika seorang warga negara sudah berusia 17 tahun namun tidak melakukan perekaman biometerik. Kemudian jika elemen datanya ganda. Selain itu, data pasif lebih dari dua tahun berturut-turut dan terindikasi anomali data atau data tidak tidak sesuai faktanya.

“Banyak, ada 9.700 sekian data di Bintan diblokir pusat pada 31 Desember 2018 kemarin,” kata dia.

Paling banyak, data anomali. Dimana, banyak Kartu Keluarga yang tidak pernah dimutakhirkan. Terlebih di elemen datanya.

“Setelah didata, sekitar 60 persen sudah melakukan update data,” kata dia.

Bagi warga yang belum melakukan pemutakhiran data, ia mengatakan, hak akses di Kemendagri diblokir.

“Salah satu contoh kasus hak aksesnya diblokir misalnya banyak orang meninggal dunia namun tidak dibuatkan akta kematian. Sehingga ketika ahli waris ingin mengurus surat tanah, maka tidak bisa, apalagi di BPN sudah mensyaratkan tersebut.

“Kalau mau mendapatkan kembali hak aksesnya, ya harus diselesaikan harus mengklarifikasi masalah datanya,” kata dia.

Dia mengimbau warga Bintan untuk tertib dalam administrasi kependudukan dengan memperbaharui data bila ada perubahan di elemen data baik di e-KTP maupun KK. (met)