Politik

Korban Terus Berjatuhan, Jokowi-Prabowo Harus Bertemu

SUASANA dan keakraban antara Jokowi-Prabowo dianggap bisa meredakan tensi politik di Indonesia. (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)

batampos.co.id – Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, melihat situasi politik sekarang ini diperlukan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi.

“Menurut saya penting, kalau Prabowo menemui Jokowi,” terang dia, Rabu (22/5/2019).

Dengan pertemuan itu, kata dia, masyarakat akan melihat, khususnya pendukung kedua paslon tersebut. Mereka akan ikut tenang jika melihat kedua tokoh itu bertemu. Silaturahmi antar tokoh sangat penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa para elite tetap rukun walaupun bersaing pada Pilpres 2019.

Selain itu, kata dia, yang tak kalah pentingnya, para tokoh juga harus menahan diri dan tidak sembarang berbicara. Jangan menyampaikan pernyataan yang provokatif, karena itu akan memancing emosi masyarakat. Jadi, para elite harus berbicara yang santun dan memberikan ketenangan kepada masyarakat.

Masyarakat, kata dia, juga harus menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Mereka lebih baik fokus beribadah di bulan yang suci ini. Ramadan sebagai momen untuk beribadah dan introspeksi diri.

Jangan sampai menghujat, apalagi melakukan anarkisme. Persatuan dan kesatuan harus diutamakan.

“Sekarang semua pihak harus menunggu proses hukum yang akan ditempuh lewat Mahkamah Konstitusi (MK). Semua mekanisme sengketa sudah diatur sangat jelas dalam undang-undang. Jadi, serahkan lah sengketa pemilu ke MK.

Senada dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, Andi Arief. Dia meminta kedua calon segera bertemu demi meredam aksi massa memprotes hasil pilpres. Musababnya, sudah ada sejumlah korban jiwa dari aksi yang digelar sejak Selasa hingga Rabu.

Andi juga mempertanyakan sampai kapan Jokowi dan Prabowo menunda pertemuan. Menurut dia, jatuhnya korban jiwa tak terlepas dari persaingan dua elite politik tersebut.

“Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang terhormat, sampai berapa korban nyawa rakyat yang bisa melunakkan hati untuk Bapak berdua bertemu? Korban nyawa ini akibat persaingan antara Bapak berdua,” kata Andi.

Andi menilai para petinggi dan elite politik dari kedua kubu saat ini seperti terbius menikmati tawuran rakyat melawan aparat keamanan. Dia mempertanyakan mengapa tak kunjung ada satu pun yang berbicara demi mendinginkan situasi.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo, matikan televisi, bertemulah,” kata dia.

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menyatakan keprihatinan mendalam adanya korban jiwa, pasca-aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu.

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan menilai, kondisi yang ada tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia pun meminta dua calon presiden yang bertarung di Pilpres 2019 segera bertemu.

“Demi keamanan masyarakat, demi NKRI, kami meminta kepada Pak Jokowi dan Prabowo bertemulah,” ujar Edi di Jakarta.

Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini meyakini, pertemuan Jokowi-Prabowo akan membuat masyarakat tenang. Karena keduanya merupakan negarawan sejati.

“Jangan biarkan rakyat semakin banyak berjatuhan. Jangan biarkan aparat keamanan menghadapi tugas berat ini dan bisa juga akan ikut berjatuhan karena harus berhadapan dengan rakyatnya. Nasib masyarakat dan bangsa ini ada di tangan kalian berdua,” ucapnya. (far/han/lum/syn/jpg/gun)