Politik

Prabowo ke Pendukungnya: Jangan Anarkis!

CALON Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan wakilnya, Sandiaga Uno saat memberikan keterangan pers terkait keputusannya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil pilpres. (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)

batampos.co.id – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku tidak senang dengan demo anarkis. Dia menilai, peristiwa kekerasan yang terjadi sejak malam hingga menjelang Subuh telah mencoreng martabat dan muruah bangsa.

“Tidak boleh terjadi lagi. Hindari kekerasan verbal yang dapat memprovokasi. Mari kita jaga agar rakyat tetap damai dan bergembira,” katanya saat ditemui di kediamannya, kawasan Kertanegara, Rabu (22/5/2019).

Prabowo mengimbau kepada pendukungnya yang akan menyampaikan aspirasinya untuk menghindari kekerasan fisik. Berlaku sopan dan santun. Hormati pejabat-pejabat hukum yang bertugas.

“Kami mendukung semua penggunaan hak konstitusional. Yang berakhlak, yang damai, dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan kita,” jelas ketua umum Partai Gerindra itu.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon menyatakan belum merencanakan agenda pertemuan Prabowo bertemu dengan Jokowi. “Belum tahu kalau itu,” ucapnya saat ditemui di Kertanegara kemarin.

BPN saat ini sedang fokus untuk melancarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mengenai hasil pemilihan presiden.

Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, pihaknya sedang menyusun dan mempersiapkan berkas dokumen gugatan.

Tim advokasi untuk mengawal proses ke MK sudah dibentuk. Di antaranya ada Denny Indrayana, Bambang Widjojanto, dan Irman Putra Sidin. (far/han/lum/syn/jpg/gun)