Politik

185 Provokator Kerusuhan Jakarta Ditangkap Polisi

KADIV Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal bersama Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi melakukan konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Kamis (23/5). (M Ridwan/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sedikitnya 185 orang diamankan polisi, diduga terlibat kerusuhan Rabu (22/5). Mereka diamankan setelah melakukan perlawanan kepada aparat TNI-Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menyatakan, mereka diamankan dari sejumlah titik terjadinya kerusuhan.

“Sejak siang massa perusuh melakukan pembakaran terhadap satu bus Brimob dan dua unit lainnya di rusak,” kata Iqbal, Kamis (23/5).
Dijelaskannya, mereka diamankan di sejumlah titik. Di antaranya di depan kantor Bawaslu, Patung Kuda (silang Monas), Sarinah, Menteng, Gambir, Slipi, dan Petamburan.

Namun, kata Iqbal, tak berapa lama kemudian situasi kembali memanas sejak pukul 19.00 WIB. Akhirnya aparat terpakasa melakukan tindakan dan berhasil meredam massa pada pukul 01.25 WIB, Kamis dini hari.

“Kami berhasil mengendalikan situasi massa. Ada yang beberapa segelintir saja di Jalan Wahid Hasyim itu duduk sampai sahur tetapi tidak melakukan aksinya. Berikut juga massa di Slipi membubarkan diri,” ucap Iqbal.

Terkait adanya isu personel Polri menggunakan peluru tajam, kata Iqbal, itu diperlukan ketika adanya diskresi. Dia juga memastikan Polri yang disiagakan mengamankan aksi unjuk rasa tidak diberikan senjata api.

“Terkait dengan peluru tajam SOP itu dipegang oleh Danyon. Senjata api itu untuk melindungi masyarakat yang terancam nyawanya dan melindungi petugas yang terancam nyawanya,” pungkas Iqbal.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan 257 orang sebagai tersangka terkait aksi kerusuhan 22 Mei yang terjadi di depan kantor Bawaslu, Petamburan, dan Polsek Gambir. Mereka bukan berasal dari DKI Jakarta tetapi didominasi oleh warga Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan, para tersangka ditangkap polisi dari wilayah Petamburan sebanyak 156 orang, sementara di Bawaslu 72 tersangka, dan di Polsek Gambir 29 tersangka.

“Berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang terjadi 21-22 Mei 2019 kemarin kami telah menetapkan 257 orang sebagai tersangka di tiga TKP yang berbeda,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/5). (M Ridwan/JPC/gun)