Metro Bintan

Harga Tiket Pesawat Selangit, Bandara Pinang Rugi Miliaran

BANDARA PINANG malah sepi memasuki musim mudik Lebaran, Rabu (22/5). (Foto: Peri Irawan/Batam Pos)

 

batampos.co.id – Mahalnya tiket pesawat berimbas pada penurunan penumpang. Termasuk di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Bayangkan saja, penumpang yang menurun drastis menyebabkan Angkasa Pura selaku pengelola bandara itu merugi hingga Rp 1,8 miliar.

Plt Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura Bandara Pinang, Agust Lubisk mengungkapkan, jika dirata-rata, kerugian per bulan menyentuh angka Rp 450 jutaan.

“Masyarakat lebih memilih mudik lewat jalur laut dan darat,” kata Agust. Bandara Pinang sendiri, selain dimanfaatkan oleh masyarakat Tanjungpinang, juga jadi sarana bagi masyarakat Bintan.

Sejak Januari 2019, jelas dia, penumpang di Bandara Pinang turun hingga 50 persen. Jika biasanya dalam sehari mencapai seribu penumpang, kali ini menjadi sekitar 500-an. Kendati demikian, angkutan kargo meningkat lantaran sistem bagasi berbayar yang memberatkan penumpang.

Sehingga, penumpang lebih memilih mengirimkan bawaannya melalui jalur kargo. Bahkan bulan Mei meningkat sebesar 13 persen.

“Melalui kargo lebih murah dan tidak menyulitkan mereka karena harus membawa barang bawaan saat bepergian menggunakan pesawat,” paparnya.

Selain itu, saat ini banyak perusahaan yang menyediakan layanan mudik gratis jelang Lebaran. Meskipun program tersebut sudah dilakukan, namun tidak terlalu signifikan mengurangi angkutan udara karena rata-rata programnya untuk laut dan darat saja.

“Sehingga pergerakan penumpang di Bandara RHF belum terlihat,” sebutnya.

Angkasa Pura masih berharap ada peningkatan saat arus balik nanti. Mengingat, biasanya ada yang harus cepat sampai tujuan.

“Karena tiket saat ini juga sudah mulai turun, mungkin saat itu nanti ada pergerakan penumpang di sini,” tambahnya.

Untuk tujuan Jakarta, saat ini tersedia tiga maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air. Sedangkan Wings Air mengakomodir Batam-Pekanbaru. “Kalau untuk Dabo Singkep menggunakan Susi Air,” tuturnya.

Wings Air sendiri menambah rute baru, yaitu menuju Letung. “Karena di Kepri yang lebih favorit adalah penerbangan antarpulau dibandingkan ke Jakarta, karena pergerakan bisnis kebanyakan berputar di Kepri saja,” tutupnya. (cr2)