Metro Bintan

Perusahaan Tiongkok Segera Produksi Beton di Lobam

Tiang Pancang untuk Kebutuhan Ekspor

Kafasharkan TNI AL Mentigi, Kolonel Laut (T) Mulyatna disaksikan GM PT. BIIE Lobam, Aditya Laksamana menyerahkan bantuan ke masyarakat Lobam saat buka puasa bersama di wisma BIIE Lobam, Selasa (21/5). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam di Kabupaten Bintan yang dikelola PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) kembali kedatangan investasi baru.

Setelah Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) dan Bionesia, kali ini sebuah perusahaan gabungan dari Tiongkok dan Indonesia, PT Precast akan mengembangkan industri konstruksi beton di kawasan ini.

GM PT BIIE Lobam, Aditya Laksamana menjelaskan, Precast ini perusahaan yang memproduksi beton atau tiang pancang untuk kebutuhan pembangunan gedung bertingkat dan diekspor ke sejumlah negara.

“Produksi beton, sudah ada konstruksinya jadi tinggal ngecor saja. Bagaimana konstruksinya, tergantung permintaan konsumen. Beton atau tiang pancang yang mereka produksi biasa untuk gedung bertingkat dan ekspor,” kata Aditya usai acara berbuka puasa bersama karyawan PT BIIE Lobam, tokoh masyarakat dan agama serta masyarakat Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam di wisma BIIE Lobam, Selasa (21/5).

Dia mengatakan, sekarang industri konstruksi sudah modelnya seperti ini. Dimana, konsumen tinggal memesan betob atau tiang pancang, setibanya di lokasi pembangunan langsung dirangkai. Hal ini karena lebih mudah.

Dia mengatakan, Precast ialah investasi dari Tiongkok dan Indonesia. “Angka investasinya belum catat, karena mereka baru melihat tempat, kelihatannya sudah ok, sudah tanda tangan sewa menyewa,” katanya.

Precast, katanya, perkiraan mulai operasi 3 hingga 4 bulan mendatang. “Sedang persiapan, pertama-tama mungkin akan merekrut cuma 40 orang pekerja,” kata dia.

Disinggung perkembangan dua investasi yang baru masuk di KIB Lobam tahun ini, dia menyebut, untuk BOMC sudah operasi, sedangkan Bionesia saat ini lagi persiapan.

“Kemungkinan Agustus,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk Bionesia bahan baku yang diperlukan ialah kelapa organik. Oleh karena itu, tanaman kelapa harus benar-benar organik.

“Nanti ada tim surviyor mereka mengecek ke lapangan untuk memastikan buah kelapanya benar-benar organik, tidak pakai pupuk,” ungkapnya.

“Kalau di sini, menurut saya banyak kelapa organik yang tumbuh secara alami, banyak di pulau-pulau,” kata dia.

Selain itu, dia juga mengharapkan dukungan masyarakat Bintan umumnya dan Tanjunguban dan Lobam khususnya dalam berpartisipasi memajukan KIB Lobam.

“Kami selaku pengelola mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang sudah menjaga keberadaan kawasan ini,” kata dia.

Dalam kesempatan bulan berkah ini, PT. BIIE Lobam membagikan bingkisan berupa sembako sebanyak 510 kepada masyarakat di Desa Kuala Sempang, Desa Busung, Desa Teluk Sasah dan Kelurahan Tanjungpermai serta Teluk Lobam.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Aditya Laksamana dan tokoh masyarakat diantaranya H Amat Umari. Kemudian turut menyerahkan bingkisan ialah Kafasharkan Kolonel Laut (T) Mulyatna dan Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur serta wakil dari Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam, H Gendy.

Usai penyerahan bingkisan, selanjutnya salat berjamaah dan berbuka puasa dengan hidangan yang disediakan. (met)