Peristiwa

Tewas Digilas Truk Molen, Motor Terseret hingga 100 Meter

SALAM dievakuasi ke rumah sakit usai tewas disambar truk molen saat hendak memutar, kemarin (23/5). (Foto: Sapos/jpg)

batampos.co.id – Benturan keras mengejutkan pengendara yang tengah lalu lalang di Jalan PM Noor, Samarinda Utara, tepat di seberang Perumahan Bumi Sempaja, kemarin (23/5).

Saat itu dua pria terkapar bersimbah darah di tengah jalan. Sementara, 1 unit motor Honda Beat tersangkut di ban depan sebuah truk mixer atau yang lebih dikenal dengan sebutan truk molen. Peristiwa yang terjadi pukul 17.30 Wita, sontak membuat arus lalu lintas yang awalnya ramai lancar menjadi macet. Banyaknya warga dan pengendara yang menonton menjadi penyebabnya.

Kecelakaan itu menelan korban jiwa. Satu orang yang terkapar tersebut tewas di tempat. Sementara, satu orang lainnya kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dari informasi yang dihimpun kecelakaan maut itu bermula saat truk molen dengan nomer polisi KT 8596 BT yang dikemudikan Anto (30) melintas dari arah Jalan DI Panjaitan menuju simpang empat Sempaja, Jalan KH Wahid Hasyim.

Saat melintas di Jalan PM Noor, motor Honda Beat KT 2292 US dikemudikan Nur Salam (44) membonceng Sutoyo (47), keduanya warga Jalan AW Syahranie, Samarinda Ulu, hendak memutar arah menuju arah Simpang Sempaja.

Namun, saat hendak berputar arah itulah motor tersebut berbenturan dengan bagian depan kanan bodi truk molen yang berjalan lurus. Akibatnya, Salam dan Sutoyo terlempar ke jalan. Nahas bagi Salam, tubuhnya terlindas ban truk depan kanan truk. Sementara, Sutoyo lepas dari maut meski kondisinya kritis.

Truk baru menepi setelah warga sekitar maupun pengendara menghentikan lajunya. Motor korban sempat tersangkut di kolong truk molen sekitar kurang lebih 100 meter dari titik kecelakaan terjadi.

“Posisinya motor mau putar balik arah, lalu ada truk melintas, di situlah terjadi kecelakaan,” ucap Arsyad (31), warga Perum Bumi Sempaja yang kebetulan lewat saat kejadian terjadi.

Warga lainnya yang sedang bekerja di sekitar lokasi kejadian menyebut, sopir membawa truk molen dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hal itulah yang mengakibatkan insiden kecelakaan tidak dapat terhindarkan.

“Laju truknya, karena korban ini sudah tergeletak di belakang, tapi truk serta motor yang tersangkut di kolong masih bergerak. Saya sempat ikut ngejar truknya tadi,” kata warga tersebut

“Satu korban meninggal di tempat, yang korban lainnya sempat saya bawa ke pinggir, kondisinya kritis,” tambahnya.

Kemacetan akhirnya dapat terurai setelah proses evakuasi motor selesai dan membawa truk molen sebagai barang bukti ke markas Unit Laka Lantas.

Sementara dua korban, langsung dibawa ke RSUD AW Syahranie.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso hingga saat ini belum dapat memberikan banyak keterangan. Pasalnya personel dari Unit Lakalantas masih melakukan olah TKP, serta pemeriksaan saksi-saksi.

“Anggota masih melakukan olah TKP, dan memeriksa saksi-saksi. Setelah itu akan kita tetapkan, mana pihak yang posisinya tidak menguntungkan,” ucapnya singkat. (kis/beb/jpg/gun)