Peristiwa

4 Kali Isi Pulsa, Warga Bintan Ini Baru Sadar jadi Korban Hipnotis

Ilyas, korban hipnotis (kanan) bersama Makruf saat di warung Simpang Penaga dekat Pos Polisi Simpang Penaga, Minggu (26/5) petang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

batampos.co.id – Muhammad Ilyas, 49, warga Desa Pengujan, Teluk Bintan, Bintan, baru sadar menjadi korban hipnotis. Dia sudah 4 kali transfer pulsa dengan total lebih dari Rp 1 juta.

Kejadiannya, Sabtu (25/5) petang, dirinya bertamu di rumah kerabat, Makruf, 55 di Kampung Tanjungpisau, Desa Penaga, Teluk Bintan.

“Tiba-tiba telepon saya¬† berdering dari nomor tak dikenal. Herannya dia (pelaku) mengenali nama saya,” kata dia saat di warung Simpang Pos Polisi Penaga,¬† Minggu (26/5) petang.

“Dia ngaku namanya Reno, kebetulan saya ada kenalan di Lagoi namanya juga Reno. Suaranya mirip,” kata dia.

Tak curiga sedikitpun, Ilyas langsung menyetujui permintaan Reno.

“Dia minta tolong ke saya, katanya adiknya dirawat di rumah sakit karena kecelakaan, saya diminta mengisikan pulsa,” kata dia.

Ilyas langsung berdiri dari rumah kerabatnya. Tanpa helm, dia langsung mengendarai sepeda motor mencari konter pulsa terdekat.

“Saya pergi ke warung (dekat Pos Polisi Simpang Penaga) untuk isi pulsa. Pertama isi pulsa ke tiga nomor, nomornya beda-beda,” kata dia.

Setelah itu, ia kembali diminta mengisi pulsa dengan nomor lainnya.

“4 kali isi pulsa, saya baru menyadari sudah kena hipnotis padahal kerabat saya sudah ingatkan,” kata dia.

Kerabat korban, Makruf mengakui, sejak awal dia sudah curiga kalau temannya terkena hipnotis.

“Saya dah cakap ke dia, wai kayaknya awak kena tipu, tapi dia tak percaya,” kata dia.

Akhirnya karena sudah tidak ada uang lagi, Ilyas menyadari sudah menjadi korban hipnotis.

“Akhirnya saya telepon Reno yang sebenarnya, ternyata Reno mengaku tak pernah menelepon saya. Dia malah bilang sedang di Kijang, lalu mau mengantar tamu ke Hotel CK,” ujarnya. (met)