Peristiwa

Pria Peminta Sumbangan Dijerat UU Darurat, Terancam 10 Tahun Penjara, Ini Alasannya…

PS, pria peminta sumbangan ke warga di Kelurahan Sei Lekop dijerat UU Darurat karena membawa senjata tajam. F.Polsek Bintan Timur untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dua pria masing-masing inisial PS, 22, dan M, 46, digelandang ke kantor polisi setelah meminta sumbangan┬ádi Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Sabtu (25/05/2019) akhirnya dijemput kembali petugas polisi dari kantor Satpol PP Bintan.

“Sudah kami serahkan ke Satpol PP, lalu kami jemput,” ujar Kapolsek Bintan Timur, AKP Muchlis Nadjar melalui Kanit Reskrim, Ipda Moh Fajri Firmansyah melalui sambungan seluler, Minggu (26/05/2019) malam.

Dia menjelaskan, alasan dijemput karena dalam gelar perkara terungkap bahwa salah seorang peminta sumbangan membawa senjata tajam (sajam) ketika meminta sumbangan ke warga.

“Yang inisialnya PS saat minta sumbangan ke warga membawa parang. Alasan dia untuk berjaga-jaga,” katanya.

Parang yang dibawa PS, pria peminta sumbangan ke warga di Kelurahan Sei Lekop. F.Polsek Bintan Timur untuk Batam Pos.

Dikarenakan membawa sebilah parang sepanjang lebih kurang 40 sentimeter, PS dijerat pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan UU Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 (UU Drt. Nomor. 12/1951. Dimana berbunyi Tanpa Hak Menguasai, Membawa atau Menyimpan Senjata Penikam atau Senjata Penusuk terancam maksimal 10 tahun penjara.

Sementara M, pria yang mengajak PS meminta sumbangan kepada warga saat diinterogasi mengaku dirinya tidak mengetahui kalau rekannya membawa sebilah parang saat meminta sumbangan ke warga.

“Kita periksa sebagai saksi. M telah kami serahkan ke Satpol PP,” katanya.

Diberitakan sebelum ini, keduanya digelandang ke kantor Polsek Bintan Timur karena meminta sumbangan tanpa izin perangkat daerah setempat dengan mengaku dari Lembaga Sosial Lansia dari Lampung ke warga di Kampung Jawa, Kelurahan Sei Lekop, Sabtu (25/05/2019). (met)