Politik

Warga Bintan Harus Tahu, 5 Hoaks Terheboh saat Kerusuhan 21-22 Mei

KERUSUHAN 21-22 Mei juga diperparah dengan banyaknya berita hoaks yang beredar. (Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos)

batampos.co.id – Ratusan berita hoaks beredar di internet pada periode mulai 22 hingga 24 Mei 2019. Kominfo mengindentifikasi 30 di antaranya.

Bahkan, kabar hoaks itu juga membuat resah warga Bintan. Pasalnya, berita tersebut juga menyebar dan menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat.

Beruntung warga Bintan bijak dalam bermedia sosial. Biar tidak gagal paham, apalagi termakan hoaks, warga Bintan perlu cek dan ricek fakta berikut ini.

Pro Bintan–member of batampos.co.id–membeber lima berita hoaks yang paling heboh. (gun)

 

SebelumnyaBerikutnya
FOTO viral yang menyebut bahwa Brimob yang ada difoto berasal dari Tiongkok. (Foto: ist)

11 POLISI IMPOR TIONGKOK

Beredar: Foto-foto anggota polisi yang bermata sipit dengan keterangan bahwa para personel tersebut didatangkan dari Tiongkok

Fakta: Kadiv Humas Polri Irjen Moh Iqbal mengonfirmasi bahwa semua personil adalah WNI. (***)

 

1. POLISI IMPOR TIONGKOK
KABAR soal polisi menembaki masjid merupakan hoaks. (Foto: ist)

22 POLISI MENEMBAKI MASJID

Beredar: Video yang menunjukkan suasana di dalam Masjid Al Makmur Tanah Abang saat kerusuhan malam 22 Mei dengan suara gaduh letusan dan tembakan.

Fakta: Suara letusan senjata berasal dari pelontar gas air mata aparat. Kerusuhan berada di luar halaman masjid saat aparat berusaha memukul mundur massa yang menyerang mereka. (***)

 

2. POLISI MENEMBAKI MASJID
POLISI menegaskan bahwa peluru yang digunakan untuk mengamankan aksi adalah peluru karet. (Foto: ist)

33 POLISI MENGGUNAKAN PELURU TAJAM

Beredar: Penembakan demonstran dengan peluru tajam terjadi di Jalan Sabang

Fakta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah membantah bahwa petugas dibekali senjata api. Petugas hanya dibekali tameng, peluru karet, dan gas air mata. (***)

 

3. POLISI MENGGUNAKAN PELURU TAJAM
VIDEO saat Kapolri Jenderal Tito Karnavian membolehkan menembaki masyarakat ternyata hasil editan. (Foto: ist)

44 MASYARAKAT BOLEH DITEMBAK

Beredar: Unggahan video di media sosial yang menampilkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tampak berbicara dengan anggotanya. Postingan video tersebut diserta narasi: “Masyarakat boleh ditembak, ditembak pakai senjata yang dibeli oleh uang masyarakat”.

Fakta: Video tersebut sudah mengalami pengeditan dan dipotong. Dalam video yang asli yang dimaksud Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah orang yang membawa parang dan mau membunuh masyarakat yang identik dengan anggota geng motor. Jadi bukan boleh menembak masyarakat akan tetapi boleh menembak orang yang ingin membunuh. (***)

 

4. MASYARAKAT BOLEH DITEMBAK
PESAN berantai soal jumlah dan nama-nama korban meninggal dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019, ternyata hoaks. (Foto: ist)

55 16 KORBAN MENINGGAL PASCA KERUSUHAN 22 MEI

Beredar: Sebuah pesan berantai yang berisikan 16 daftar nama demonstran yang meninggal. Tertulis oleh Tim Monitoring Lapangan, Syamsul Bachri A Tambengi yang mengatasnamakan diri sebagai pemilik data 16 korban meninggal.

Fakta: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah data-data tersebut dalam keterangan pers 22 Mei 2019, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa pihaknya mendapat informasi jika sejauh ini korban meninggal dalam aksi 21 dan 22 Mei berjumlah 6 orang. Pada  23 Mei 2019 data terupdate korban meninggal bertambah menjadi 8 orang. Sementara yang luka-luka bertambah menjadi 730 orang. (***)

5. 16 KORBAN MENINGGAL PASCA KERUSUHAN 22 MEI
SebelumnyaBerikutnya