Nasional

Bikin Resah, Imam Mahdi Jadi-jadian Akhirnya Taubat

WINARDI yang mengaku sebagai Imam Mahdi. (Foto: Dicky/Radar Depok)

batampos.co.id – Di pengujung Ramadan, Kota Depok digegerkan dengan hadirnya Imam Mahdi abal-abal. Winardi, pria yang kesehariannya menjadi sekuriti di Hotel Jakarta, mengaku sebagai Imam Mahdi. Di Jalan H Sulaiman RT 02, Kelurahan Bedahan, Sawangan, pria berusia 45 tahun ini mendirikan padepokan Trisula Weda. Menariknya, dari ajaran sesat yang ditularkan Winardi sudah mendapatkan 70 pengikut.

Winardi mengaku sebagai Imam Mahdi. Julukan itu didapatnya dari sebuah mimpi atas perintah Allah SWT.

“Pemberian nama Imam Mahdi bukan saya sendiri yang ngasih julukan, tapi langsung diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Hal ini, kata dia setelah berangkat perjalanan ke Tanah Suci, Arab Saudi. Di waktu malam dia mendapat perintah dan kehendak Allah. Sesampainya di Tanah Suci, seperti ada yang diarahkan oleh para leluhurnya, untuk menjalakan ibadah tawaf di Masjidilharam. Setelah itu, lanjut ibadah jumrah dengan mengambil 7 batu kerikil.

“Habis dari jumrah selanjutnya diperjalankan kembali ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah,” tambahnya.

Setelah mendapatkan nasihat dan masukan oleh Ketua MUI Depok, KH Dimyati Badruzzaman dan Ketua NU Depok Ahmad Solekan, Depag Kota Depok KH Fahrudin Muroddih, bahwa julukan Imam Mahdi itu adalah keliru.

“Saya khilaf dan menyesal. Saya meminta ampun (taubat) kepada Allah SWT. Semoga pengikut saya sebanyak 70 orang dapat bertaubat semuanya dan ikut ajaran agama Islam yang benar,” tuturnya.

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Bedahan, Bahrudin mengatakan, keberadaan padepokan Trisula Weda membuat resah masyarakat. Dari hasil investigasi, padepokan Trisula Weda sudah terbentuk sejak 2011 di wilayah Bedahan, namun baru saat ini memunculkan diri.

“Baru ketahuan sekarang yang dipimpin Winardi yang bekerja sebagai sekuriti dan kami sudah melakukan pertemuan,” ujar Bahrudin.

Bahrudin menjelaskan, pertemuan tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman ajaran tersebut dilakukan. Pihaknya bersama dengan aparatur kepolisian hingga MUI melakukan pertemuan dan ajaran tersebut dinyatakan sesat. Sebelumnya, Winardi mengaku mendapatkan wahyu dan mendirikan padepokan dengan alasan pengobatan.

Ketua MUI Depok, Dimyati Badruzzaman menuturkan, MUI Depok telah melakukan penanganan, dan memberikan peringatan kepada padepokan Trisula Weda yang dipimpin Winardi. Bahkan, pihaknya telah melakukan pertemuan di kantor Kecamatan Sawangan, dan melakukan dasar pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi.

“Sudah pertemuan dan diarahkan untuk bertaubat karena ajarannya salah dan keliru,” ujar Dimyati.

Dimyati mengungkapkan, Winardi diberikan sejumlah pertanyaan yang menyebabkan dasar dia mengakui sebagai Imam Mahdi hingga pemberian gelar. Bahkan MUI menentang jawaban Winardi, bahwa gelar tersebut diberikan Allah. Hal itu mendapatkan tentangan MUI Depok, terlebih tidak ada ciri yang sesuai pada dirinya. MUI Menganggap pemberian tersebut merupakan hasutan jin atau setan yang ingin merusak Ramadan.

Winardi memiliki 70 pengikut yang berasal dari luar Depok. Untuk menghilangkan keresahan masyarakat, Winardi diberikan arahan dan menyetujui kesepakatan yang dilakukan di kantor Kecamatan Sawangan.

Adapun hasil pertemuan tersebut menelurkan sejumlah butir kesepatan yakni, Winardi menyatakan dan menyadari kesesatannya dan telah bertaubat dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan MUI, ormas Islam, dan aparat Kecamatan Sawangan.

Akan menutup selamanya kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan oleh kelompok Trisula Weda. Dan tidak akan mengadakan acara apa pun maupun membatalkan acara halalbihalal yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Akan mengubah cat tempat ibadah berupa bangunan musala yang menyerupai bangunan Kabah. (dic/jpg/gun)