Nasional

Selama Ramadan, Pengiriman Barang Melonjak

PELABUHAN ASDP Tanjunguban menjadi pintu masuk pengiriman logistik menuju Bintan. (Foto: Slamet Nofasusanto/Batam Pos)

batampos.co.id – Angka pengiriman pada Ramadan tahun ini sudah tumbuh di atas 40 persen. Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyebutkan bahwa secara historis pengiriman memang selalu meningkat saat masa Lebaran.

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak lepas dari berkembangnya e-commerce dan marketplace. “Selain itu, masyarakat sudah pegang uang THR sehingga tren belanja meningkat dan berdampak pada perusahaan seperti kami,” ujarnya.

Menurut Feriadi, wilayah Jawa dan Sumatera masih mendominasi pengiriman. Selanjutnya, beberapa wilayah juga bertumbuh signifikan, khususnya wilayah timur. Yang jelas, peningkatan terjadi secara merata, baik di Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Asosiasi saat ini memberikan arahan kepada anggotanya untuk menjaga kualitas layanan sehingga tidak ada keluhan paket pengiriman terhambat karena tingginya permintaan.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menegaskan bahwa distribusi logistik jelang Lebaran masih terpantau lancar. Pemerintah telah memberitahukan pelarangan truk jauh hari kepada para pengusaha. “Karena itu, kami sebagai pengusaha sudah menyiapkan skema alternatif untuk menyesuaikannya,” ujar Ketua Umum ALI Zaldi Ilham Masita.

Infrastruktur yang telah dibangun secara masif oleh pemerintah, terutama jalan tol, membantu distribusi logistik. “Distribusi menjadi lebih efisien,” tambahnya.

Di bagian lain, konsumsi rumah tangga pada Lebaran tahun ini berbarengan dengan libur sekolah. Hal tersebut akan lebih mampu mendorong pertumbuhan konsumsi pada kuartal II 2019. “Libur anak sekolah membuat pengeluaran untuk wisata dan peralatan sekolah meningkat. Di saat yang bersamaan, ada faktor Lebaran,” ujar ekonom DBS Indonesia Maysita Crystallin.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga berpotensi mencapai 5,1–5,2 persen. Menurut Sita, hal itu menjadi indikator yang baik yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Terlebih, pada kuartal I lalu, konsumsi rumah tangga secara seasonal memang menurun pasca kuartal IV tahun lalu yang terdorong oleh faktor tahun baru dan Natal.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku optimistis pada pertumbuhan konsumsi kuartal II. “Biasanya kuartal II dan kuartal III memang menjadi waktu-waktu yang tepat untuk melihat kenaikan konsumsi,” ungkapnya. Dia yakin konsumsi rumah tangga bisa menolong pertumbuhan ekonomi pada 2019 yang ditargetkan 5,3 persen.

Sementara itu, Kementerian BUMN memberangkatkan 250.474 pemudik selama Lebaran tahun ini. Angkat tersebut melonjak dari tahun lalu yang hanya 204.146 pemudik. Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, program itu juga diharapkan bisa membantu mengalihkan para pemudik sepeda motor ke moda transportasi bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat terbang untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melayani masyarakat,” kata Rini. Pihaknya juga mengapresiasi keterlibatan BUMN yang terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun lalu yang ikut dalam Program Mudik Bareng BUMN mencapai 62 BUMN, sedangkan tahun ini 104 BUMN. Dari jumlah tersebut, 180.745 pemudik menggunakan moda bus, 52.231 dengan kapal laut, 15.693 dengan kereta api, dan 1.805 menggunakan pesawat. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 100 miliar. (agf/rin/vir/c22/oki/jpg/gun)