Metro Bintan

KEK Galang Batang Berkembang, Gubernur Apresiasi PT BAI

GUBERNUR Kepri, Nurdin Basirun (kemeja putih) saat berada di KEK Galang Batang. (Foto: Humas Pemprov Kepri)

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun meninjau langsung lokasi PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Senin (3/6). Ini merupakan KEK yang paling cepat beroperasi, yaitu proses pembangunannya tidak lebih dari 14 bulan setelah ditetapkan.

KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2017 pada tanggal 12 Oktober 2017. Kegiatan utamanya yaitu industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektare. PT BAI sendiri sudah menginvestasikan uang triliunan rupiah di kawasan itu.

Nurdin tampak senang dengan perkembangan di PT BAI di sana. Apalagi ini salah satu proyek strategis yang disetujui Presiden Joko Widodo.

“Dalam rangka mengawal setiap kebutuhan masyarakat dan upaya untuk terus mengembangkan daerah, di hari libur sekalipun akan kita manfaatkan untuk menjawab hal tersebut,” ujar Nurdin.

Dia berharap, KEK Galang Batang berskala internasional. Karena tentu akan berimbas positif bagi kawasan serta permukiman di sekitar. “Permintaan saya adalah bagaimana kawasan ini terjaga lingkungannya dengan berstandar internasional dan pihak di sini telah menjalankannya,” lanjutnya.

Kedatangan Nurdin merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus hadir. Terlebih turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi dan kendala yang terjadi.

“Jadi jika ada kendala segera kita cari solusi dan selesaikan, tapi dari pantauan tadi sudah berjalan baik. Namun akan terus kita pertahankan kondisi ini,” kata Nurdin.

Mengelola industri, menurutnya, salah satu upaya penting dalam mencapai kesejahteraan, baik bagi daerah maupun masyarakat tentunya. Terlebih dapat tetus mendorong investasi agar semakit melesat kencang.

“Pemerintah terus mendorong investasi guna menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan roda perekonomoian,” tambahnya.

Dari pantauan Nurdin yang ditemani Santoni selaku Direktur PT BAI, para pekerja terus melakukan percepatan pembangunan. Adapun dari informasi yang didapat, dalam sehari saja penggunaan semen mencapai 1.500 ton.

Pengembangan kawasan yang terus dipercepat dan dikerjakan sejalan dengan pembangunan tahap kedua. Dari kawasan ini sendiri ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 dan dapat bisa langsung berjalan serta akan menjadi yang terbesar se-Indonesia. (cca)