Nasional

Bahayakan Penerbangan, Pilot Laporkan 28 Balon Udara

KEBERADAAN balon udara sangat membahayakan penerbangan. (Foto: Kurniawan Muhammad/RM)

batampos.co.id – Berkali-kali diingatkan, masih saja ada warga yang merayakan Lebaran dengan menerbangkan balon udara. Karena itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan kembali warga agar tidak melakukan hal tersebut.

Budi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan jajaran polri. “Pada dasarnya penggunaan balon dilarang. Pemerintah bisa menuntut secara pidana,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi pagelaran Festival Balon Wonosobo yang digelar setiap tahun. Budi menyebut, kemenhub dan AirNav sudah menfasilitasi dengan mengadakan pagelaran festival balon di Pekalongan pekan depan.

“Jadi orang-orang yang menerbangkan balon liar saya minta tolong pada Kapolda untuk ditertibkan. Balon-balon seperti itu tidak boleh terbang,” jelasnya.

Balon-balon tersebut dikhawatirkan mengganggu lalu lintas penerbangan. Dari catatan AirNav, hingga kemarin sudah masuk 28 laporan dari pilot yang melihat balon udara di dekat lintasan pesawat mereka.

Pesawat-pesawat tersebut memiliki rute penerbangan Jakarta-Bali, Jakarta-Jogjakarta, dan Jakarta-Surabaya. Balon udara rata-rata terlihat berkelompok. Beberapa mencapai ketinggian 30 hingga 35 ribu kaki. Ketinggian jelajah rata-rata pesawat jet komersial.

Selain mengganggu penerbangan, Budi menyebut, balon-balon tersebut juga bisa merugikan kualifikasi keselamatan penerbangan Indonesia di mata dunia. “Dengan penuh kerendahan hati, saya minta kawan-kawan yang ada di Wonosobo untuk menghentikan kegiatan tersebut,” jelasnya.

AirNav sendiri telah menfasilitas kegiatan menerbangkan balon dalam festival bertajuk “Java Traditional Balloon Festival 2019” di Stadion Hoegeng, Pekalongan pada Rabu (12/6). Sedangkan Festival di Wonosobo digelar pada 15 Juni 2019 di Desa Wisata Pagerejo.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, pada hari pertama Lebaran tahun ini, terdapat 28 laporan pilot yang melihat balon di ketinggian bervariasi. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udaara liar, karena sangat membahayakan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat kebiasaan menerbangkan balon udara saat bulan Syawal. Kementerian Perhubungan telah menerbitkan PM No 40 tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Pada PM tersebut, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan pada tali dengan ketinggian maksimum 125 meter dari tanah. Ukuran balon maksimum berdiameter 4 meter dan tinggi 7 meter.

Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah. Novie mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memiliki kebiasaan menerbangkan balon.

“Setiap tahun kami sosialisasi, tahun ini sepanjang Ramadan kami sosialisasi ke Wonosobo, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, hingga ke Ponorogo,” terangnya. (tau/oni/jpg/gun)

 

Berikut data 28 laporan pilot (PIREP) yang diterima Air Nav Indonesia, terkait penerbangan balon udara liar:

 

  1. GIA 257 JOG – CKG Dep. 01.27 UTC terlihat Lampion pada Alt.7000 Rad 315 – 250 Distance 21 Nm
  2. LNI 536 CGK- SOQ Terlihat Lampion pada Radial 300 VOR SLO Ketinggian 12000 ft
  3. LNI 276 JOG- PKU Dep. 01.03 UTC Terlihat Lampion pada ketinggian 13000ft Rad 330-360 ttg Dist. 20 Nm JOG VOR
  4. SJY 231 BPN-JOG Dep. 01.10 UTC Terlihat 3 Balon Udara ketinggian 11000ft
  5. CTV 760 CGK-SOC Dep. 04.40 UTC Terlihat beberapa balon udara pada ketinggian 15000ft Radial 320 Dist. 10NM
  6. ID 7513 HLP-SUB Dep. 02.35 UTC Terlihat beberapa balon udara pada Ketinggian 34000-37000 ft
  7. GA 264 CGK-BWX Dep. 04.10 UTC Terlihat balon udara pada Ketinggian 29000-30000ft
  8. GIA 236 CGK-SRG Dep. 05.38 UTC Terlihat balon udara warna putih pada Ketinggian 10000ft Radial 282 Distance 31 DME
  9. XAR761 JOG-AAP Dep. 03.45 UTC Terlihat balon udara pada Ketinggian 4500-17000ft Distance 15 NM
  10. CTV123 JOG-HLP Dep. Terlihat balon udara pada Ketinggian 11000ft
  11. XAR 780 JOG-PLM Dep. 02.13 UTC Terlihat 3 balon udara pada Ketinggian 23500-24000ft Distance 43 NM
  12. GIA 222 CGK-SOC Dep. 02.00 UTC Terlihat 10 balon udara pada Ketinggian 20000-24000ft Distance 50 NM
  13. SJY 210 CGK-SOC Dep. 02.25 UTC Terlihat 10 balon udara pada Ketinggian 27000-28000ft Distance 20 NM
  14. LNI 856 SUB-PLM Dep. 01.00 UTC Terlihat beberapa balon udara pada Ketinggian 35000-37000ft Radial 282 Distance 30 NM
  15. GIA 292 CGK-MLG Dep. 03.40 UTC Terlihat beberapa balon udara pada Ketinggian 36000ft Radial 282 Distance 26 NM
  16. AWQ 937 DPS-CGJ 02.23 UTC Terlihat beberapa balon udara pada Ketinggian 25000ft Radial 305 Distance 36 NM
  17. ID 6512 CGK-DPS 05.04 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 33000-35000ft Radial 165 Distance 30 NM
  18. AWQ 8455 SOC-DPS 05.18 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 31000ft Radial 071 Distance 10 NM
  19. AWQ 505 SIN-DPS 06.21 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 30000ft Radial 135 Distance 45 NM
  20. LNI 041 DPS-CGK 06.30 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 35000ft Radial 330 Distance 14 NM
  21. AWQ 7912 BDO-DPS 06.55 UTC Terlihat 4 balon udara pada Ketinggian 33000ft Radial 104 Distance 37 NM
  22. CTV 686 CGK-DPS 06.58 UTC Terlihat 6 balok udara pada Ketinggian 37000ft Radial 107 Distance 23 NM
  23. ID 7348 KOE-HLP 06.58 UTC Terlihat 2 balon udara pada Ketinggian 38000ft Radial 100
  24. CTV 686 CGK-DPS 07.08 UTC Terlihat 3 balon udara pada Ketinggian 37000ft Radial 280 Distance 40 NM
  25. GIA 317 SUB-CGK 07.08 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 37000ft Radial 101 Distance 26.5 N
  26. CTV 686 CGK-DPS 07.10 UTC Terlihat 1 balon udara pada Ketinggian 30000-37000ft Radial 045 Distance 45 NM
  27. ID 6514 CGK-DPS 08.38 UTC Terlihat 3 balon udara pada Ketinggian 35000ft Distance 21 NM
  28. CTV 681 DPS-CGK 08.43 UTC Terlihat 15 balon udara pada Ketinggian 36000ft Distance 15 NM