Metro Bintan

Arus Balik, Bandara Hang Nadim Masih Sepi

H+3 Idulfitri di Bandara Hang Nadim Batam tampak sepi, nyaris sama seperti saat hari H Lebaran. (Foto: Guntur/Batam Pos)

batampos.co.id – Arus balik melalui Bandara Hang Nadim Batam hingga H+3 Lebaran masih sepi. Bahkan dibanding tahun lalu,  di hari yang sama, jumlah penumpang jauh berkurang 96 persennya.

Padahal, bandara internasional itu tidak hanya melayani kedatangan penumpang dari Batam saja. Melainkan juga menjadi pintu masuk bagi Kabupaten Bintan, Tanjungbalai Karimun, Anambas, dan kabupaten/kota lainnya di Kepri.

Jumat (7/6), situasi Bandara Hang Nadim Batam tampak sepi. Bahkan saat ada satu maskapai yang datang, penumpang yang turun hanya berjumlah belasan hingga puluhan orang.

Erik, warga Batuaji mengaku terpaksa pulang lebih awal dari kampung halaman. Sebab ada kerjaan yang harus diselesaikannya.

“Rencana pulang Senin sama keluarga, tapi ternyata di luar dugaan. Ada pekerjaan sedikit jadi pulang lebih awal, ” imbuhnya.

Menurutnya, saat berada di dalam maskapai,  dia melihat jumlah penumpang tak terlalu banyak. Bahkan bangku kanan-kirinya kosong.

“Penumpang sekitar 20-an, sepi. Masuk kerja masih Senin, mungkin Minggu ramai,”  ujarnya.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, jumlah penumpang yang datang ke Batam melalui Hang Nadim Batam masih sepi. Data tanggal 6 Juni, jumlah penumpang yang datang 3.809 orang. Data ini jauh berbeda dibanding tahun lalu, yakni 7.493 orang penumpang datang.

“H+2 Lebaran, kedatangan lebih kurang 3000an, jauh beda 96,7 persen dibanding tahun lalu,” ujar Suwarso.

Sementara, penumpang yang berangkat keluar Batam, jauh lebih banyak yakni 5.736 orang. Namun dibandingkan tahun lalu, angka ini juga jauh menurun. Dibanding waktu yang sama, berkurang 61,75 persen.

“Jumlah penumpang yang berangkat tahun lalu saja 9,278 orang. Tahun ini di H+2 hanya 5 ribuan,” tutur Suwarso.

Dia memprediksi arus balik akan terjadi pada hari Minggu depan. Hal itu dikarenakan waktu cuti bersama sudah habis. (***)

 

Reporter: Yashinta, Yulitavia