Pariwisata

Bawa Wisatawan Asing, Kapal Star Clipper Cruise Bersandar ke Kepri

KAPAL Star Clipper Cruise yang membawa wisatawan mancanegara ke Kepri. (Foto: Star Clipper)

batampos.co.id – Kapal pesiar Star Clipper singgah ke Kepri, Jumat (7/6). Kapal berbendera Malta tersebut, singgah di perairan Batam. Tepatnya di Pulau Putri.

Kapal yang dinahkodai pria asal Rusia, Sergey Tunikov tersebut membawa puluhan wisatawan dari berbagai negara.

Sergey memimpin langsung prosesi penurunan penumpang Star Clipper yang lego jangkar di Perairan Nongsa, Pulau Putri. Area itu kurang lebih setengah mil dari Nongsa Point, Marina.

“Now time to explore Batam (Sekarang saatnya menjelajah Batam,” ujar Sergey ketika dicegat di pintu kedatangan Nongsapura.

Setelah melalui pos pemeriksaan imigrasi, puluhan turis tersebut menyebar ke beberapa titik destinasi Batam seperti kawasan Jodoh (Nagoya). Sebagian lagi bertandang ke Nongsa Point Marina.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, kapal itu bertolak dari Melaka, Malaysia dan akan melanjutkan perjalanan ke Singapura dan Penang, Jumat sore.

“Kapal cruise berbentuk unik ini melakukan immigration clearance via onboard melalui CIQP Nongsapura International Ferry Terminal. Prosedur serupa, dilakukan saat hendak exit menuju Singapura,” ujarnya.

Bagi Ardi, berlabuhnya Star Clipper bagi Batam, menorehkan sejarah baru. Sebab, itu menjadi yang pertama sejak hampir satu dekade belakangan.

Terakhir, Batam disandari kapal cruise tahun 2010 lalu. “Kita berharap ini menjadi stimulus kapal-kapal cruise lain juga berlabuh ke Batam,” ujarnya.

Dengan begitu, akan menjadi salah satu pintu masuk wisman ke Batam dan menyumbang angka kunjungan wisatawan ke daerah ini.

“Yang pasti akan kita siapkan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk meraup kunjungan wisman dari sektor ini,” kata Ardi.

Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani mengatakan, kehadiran Star Clipper bak oase bagi Batam. Dia berharap kehadirannya menstimulus kapal-kapal cruise lain untuk segera mendeklarasikan perairan Batam sebagai cruise ship playing ground, menyaingi Bintan yang sejak beberapa bulan terakhir rutin dikunjungi kapal cruise.

Menurutnya, cruise ship passenger bakal berkontribusi besar dan dianggap sebagai jalan pintas untuk mendongkrak kedatangan turis. Sebab, satu ship call saja mampu membawa setidaknya 2.000 hingga 3.000 orang.

“Ini menjadi tugas besar kita bersama karena faktanya mendatangkan cruise memang enggak semudah membalikkan telapak tangan,” jelasnya, didampingi Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dessy Ruhati.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Batam memang sudah menjelma menjadi destinasi wisata yang menyenangkan. Bukan hanya bagi wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara.

“Maklum, pulau ini sangat strategis yang mana posisinya berada persis di Selat Melaka yang merupakan laluan laut nomor dua tersibuk di dunia,” katanya.

Akses menuju Batam terbuka lebar. Saat ini enam pintu masuk wisatawan datang ke Indonesia lewat Batam. Lima di antaranya dari pelabuhan laut, dan satu dari bandara, Bandara Hang Nadim.

“Hadirnya kapal pesiar di Batam akan memberi dampak positif bagi perkembangan pariwisata di daerah tersebut,” tegasnya. (***)

Reporter: Yulianti