Metro Bintan

Aksi Bom Ikan Resahkan Nelayan Tambelan

Nelayan tradisional Tambelan mencari ikan di perairan Tambelan, Selasa (18/6) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah nelayan tradisional dari Kecamatan Tambelan resah adanya aksi menangkap ikan dengan bom ikan di perairan Tambelan, Bintan.

Pasalnya, aksi bom ikan ini sudah membuat tangkapan nelayan tradisional menurun.

Salah seorang nelayan, Iswandi mengatakan, sampai bulan ini saja sudah dua aksi bom ikan yang diketahui masyarakat nelayan Tambelan.

Aksi pertama terjadi di bulan Maret, sedangkan aksi kedua di bulan April kendati belum diledakkan. Dia mengatakan, aksi ini benar-benar membuat nelayan Tambelan yang memiliki alat tangkap tradisional merugi sebab tangkapan ikan mereka menurun.

“Sudah kita ingatkan ke mereka, namun mereka tetap saja menangkap ikan dengan bom ikan. Biasanya sore mereka datang untuk meledakkan, malamnya baru menyelam untuk mengambil ikan-ikan yang sudah kena ledakkan,” kata dia.

Dia menyebut, mereka yang dimaksud ialah nelayan dari luar Bintan tepatnya dari Kalimantan dengan peralatan kapal yang canggih.

“Kapal mereka di atas 30 GT, sedangkan kami nelayan tradisional cuna 4 sampai 6 GT. Kemudian mereka juga sudah dilengkapi GPS,” jelasnya.

Bahkan dikatakannya, nelayan Tambelan kerap menerima ancaman bila mengingatkan aksi bom ikan ini.

“Kadang nelayan kita diancam, ditakuti pakai bom, kalau mendekat biasanya mau dilempar bom, makanya tidak ada nelayan yang berani mendekati, kecuali ramai-ramai pasti mereka yang kabur,” kata dia.

Dikatakannya, aksi bom ikan ini sebenarnya sudah lama dilakukan nelayan dari Kalimantan. “Ya gitu sudah kami larang, mereka tetap berhasil saja mengebom perairan di Tambelan,” kata dia.

Dikatakannya juga bila ada patroli keamanan, kapal-kapal yang mengebom ikan ini tidak beraksi. Dia mengindikasikan ada warga bekerjasama dengan kapal-kapal pengebom ikan.

“Dulu ada wacana nak dibangun Pos AL, namun tidak jadi,” kata dia.

Kapolsek Tambelan Ipda M Alson mengakui sudah menerima informasi tersebut kendati belum secara resmi.

“Kita mau informasinya benar-benar A1. Dalam waktu dekat, sudah ada nelayan yang akan melaporkan ke kita nanti akan kita pelajari untuk langkah kita bertindak ke depannya,” kata Alson ditemui di Polsek Tambelan.

Dia mengatakan, menangkap ikan dengan bahan peledak jelas dilarang. Karena bisa merusak ekosistem di laut. Kemudian akibatnya membuat hasil tangkap nelayan berkurang.

“Bagaimana tidak berkurang, nelayan Tambelan alat tangkapnya masih tradisional, sedangkan mereka menggunakan bom,” kata dia.

Permasalahan ini, katanya akan dibawa ke muspika. “Permasalahan di kita, TNI Polri, kami tidak ada sarana prasarana untuk mengarungi lautan Tambelan yang luas ini, dengan jarak antar pulau 2 sampai 3 jam. Jadi kita belum sampai ke TKP, mereka sudah kabur,” katanya.

Namun begitu, permasalahan ini tetap menjadi perhatian serius pihaknya. (met)