Peristiwa

Ketua GMPL Ditangkap, Rencana Unjuk Rasa di Hotel Bhadra Dibatalkan

Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardhana saat memberikan keterangan resmi diamankannya Ketua GMPL Bintan, Ms karena kasus pemerasan, Rabu (19/6). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Pascaditangkapnya Ketua Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Bintan, Ms alias A karena melakukan pemerasan terhadap pengusaha Hotel Bhadra and Resort, berujung batalnya aksi unjuk rasa terkait keresahan akan keberadaan pengungsi yang ditampung di hotel tersebut, Kamis (20/6).

Awalnya dari surat yang diterima Batam Pos bahwa  gerakan yang mengatasnamakan gerakan masyarakat tolak pengungsi dengan nomor 1/GMTP/06/2019 perihal pemberitahuan aksi.

Dimana berbunyi bahwa akan diadakan aksi unjuk rasa karena ketidaknyamanan masyarakat atas tindakan, sikap dan perilaku para imigran yang ditampung di Hotel Bhadra, maka Gerakan Masyarakat Tolak Pengungsi meminta dengan tegas kepada pemerintah yang bekerjasama dengan IOM, UNHCR, dan manajemen Hotel Bhadra Resort agar segera memindahkan para imigran agar tidak lagi berada di Kabupaten Bintan.

Rencana aksi yang ditandatangani oleh Gerakan Masyarakat Tolak Pengungsi dari  GMPL Bintan, Himkab Bintan dan Panglima Gagak Hitam Bintan ini rencananya akan dilaksanakan di Hotel Bhadra dan Kantor Imigrasi Tanjungpinang.

Kemudian surat yang kedua yang diterima Batam Pos tanggal 19 Juni 2019 dengan nomor istimewa dan perihal surat pembatalan aksi dengan ditujukan ke Kapolres Bintan ditembuskan Kasatintelkam Polres Bintan bahwa Himkab Bintan memberitahukan bahwasannya aksi unjuk rasa yang akan diadakan di depan Hotel Bhadra terkait masalah para pengungsi imigran atau pencari suaka oleh Gerakan Masyarakat Tolak Pengungsi dan Himkab Bintan tergabung di dalamnya, akan dilaksanakan pada Kamis 20 Juni 2019, lokasi di Hotel Bhadra dengan waktu sekitar pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai, batal dilaksanakan dikarenakan ada beberapa pertimbangan yang harus dipahami terlebih dahulu. Dalam surat juga, Himkab meminta maaf kepada Polres Bintan atas pembatalan ini.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Bintan, AKP Yudiarta hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan. Kendati sudah dihubungi melalui sambungan selular, namun belum diangkat.

Ketua Himkab Bintan, Roni Bastiar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pembatalan tersebut.

Dia menjelaskan, alasan pembatalan aksi dikarenakan adanya beberapa pertimbangan.

Ketika diminta penjelasan lebih detail alasan beberapa pertimbangan tersebut? “Sesuai surat aja bang,” jawabnya.

Disinggung apakah pembatalan aksi ini ada sangkutpautnya dengan ditangkapnya oknum Ketua GMPL Bintan, Ms. Belum sempat Roni menjawabnya, tak lama sambungan selular terputus. (met)