Peristiwa

Peras Pengusaha, Oknum Ketua Ormas di Bintan Ditangkap, Polisi Sita Uang Rp 5 Juta

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardhana ekspos kasus pemerasan terhadap pengusaha, Rabu (19/6). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Salah seorang oknum ketua Organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bintan, Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Bintan ditangkap polisi karena memeras seorang pengusaha Hotel Bhadra Resort di Kawal, Gunung Kijang.

Tersangka berinisial Mw alias A, diamankan di salah satu rumah makan di kilometer 15 jalan raya arah Tanjungpinang Tanjunguban, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya pada Selasa (18/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardhana menjelaskan, awalnya tersangka akan melakukan aksi unjuk rasa dengan mengerahkan sejumlah massa di Hotel Bhadra, Kawal, dijadwalkan Kamis (20/6). Konon aksinya akan melibatkan ormas dan organisasi mahasiswa lainnya di Bintan.

“Ada berhubungan dengan beberapa ormas dan organisasi kemahasiswaan di Bintan,” kata Yudha, Rabu (19/6) siang.

Unjuk rasa terkait keberadaan pengungsi imigran yang ada di hotel tersebut.

Namun, tersangka meminta sejumlah uang kepada manajemen hotel. Tujuannya agar aksi yang akan digelar urung dilakukan.

Tersangka digiring anggota polisi, Rabu (19/6). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

“Pada saat itu terjalin komunikasi antara tersangka dan manajemen hotel, tersangka meminta uang ke manajemen Bhadra saudara Alex sejumlah Rp 60 juta, namun yang disepakati Rp 5 juta,” ungkap Yudha.

Selain uang, polisi menyita handphone, jaket, tas dan sepeda motor Yamaha R15 BP 5840 UO.

Kemudian kedua pihak bertemu di salah satu rumah makan di jalan raya Tanjungpinang Tanjunguban.

“Jadi waktu diamankan, ditemukan uang Rp 5 juta pecahan Rp 50 ribu 100 lembar. Uangnya sudah berpindah tangan dari korban ke tersangka, ditemukan di jaketnya tersangka,” katanya.

Setelah penangkapan, tersangka digiring ke markas Polres Bintan.

Dia juga menyebutkan, sejauh ini masih 1 orang yang ditetapkan tersangka. Dari pemeriksaan awal, diakuinya tersangka bersama lebih kurang 3 orang temannya.

“Tidak menutup kemungkinan (tersangka bertambah), kita lihat jalannya pemeriksaan dan kita juga akan lihat perannya masing-masing,” kata dia.

Lalu apa kedudukan tersangka di ormas tersebut? Ia menjawab, sebagai korlap. “Kalau di GMPL, saya tidak tahu tapi kalau di aksi dia sebagai korlapnya,” kata dia.

Tersangka dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara, sedangkan pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun. (met)