Metro Bintan

Kawin Campur Harus Dilengkapi Surat

Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Tanjunguban, Burhanuddin saat rapat Timpora Kecamatan Bintan Utara di aula Kantor Camat Bintan Utara, Tanjunguban, Kamis (20/6). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepala Kantor Imigrasi Klas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tanjunguban, Burhanuddin mengimbau kepada warga khususnya di Tanjunguban yang akan melakukan perkawinan campur atau perkawinan dengan warga negara asing sebaiknya sesuai aturan yang berlaku.

“Kawinlah dengan benar, suratnya ada. Jangan kawin dengan orangnya saja,” kata dia saat rapat Tim Pora Kecamatan Bintan Utara, Kamis (20/6) siang di aula Kantor Camat Bintan Utara, Tanjunguban.

Tujuan melakukan perkawinan campur dengan benar menurutnya, agar hak-hak anak yang lahir dari hubungan perkawinan tersebut terlindungi.

“Kawin dengan benar agar hak keperdataanya tidak hilang,” jelasnya.

“Kawin boleh namun harus dilengkapi dengan surat. Akhirnya (kalau tidak ada surat) begitu berpisah, dia pergi, kalau dengan surat jelas, maka haknya juga jelas. Contohnya hak anak, hak ahli waris dan kependudukan,” kata dia menambahkan.

Dia juga menyebutkan, dari melakukan perkawinan dengan warga asing ini, bila 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut maka pasangan yang merupakan warga negara asing bisa dari Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan saling tukar informasi antara peserta yang menghadiri rapat Tim Pora supaya ke depan Timpora saling kompak dan mengawasi di masing-masing wilayah.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Bintan Utara, Soedarmadji mengatakan, rapat ini untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang asing yang ada di Tanjunguban.

Kegiatan ini turut dihadiri Kadiv Imigrasi Kepri Achmad Firmansyah, Camat Bintan Utara Raja Lukman, Kasi Pemerintahan Kecamatan Bintan Utara Soedarmadji, Kades Lancang Kuning Cholili Bunyani, KBO Intelkam Polres Bintan Iptu Aprizal dan dari pihak Disnaker Provinsi Kepri. (met)