Metro Bintan

Nelayan Diminta Rajin Laporkan Peristiwa di Laut

Nelayan di perbatasan merasa kebinggungan saat mencari ikan di perairan perbatasan karena tidak adanya boya. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah meminta nelayan rajin melaporkan peristiwa yang berlaku di laut.

Seperti ketika nelayan tradisional dari Kampung Panglong, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong diusir nelayan dari Malaysia karena diduga memasuki perairan Malaysia lantaran tidak adanya boya atau tapal batas perairan.

“Saya belum menerima laporan, makanya saya meminta nelayan rajin melaporkan peristiwa yang berlaku di laut ke dinas,” kata Fachrim.

Namun begitu, pihaknya akan melaporkan permasalahan ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau.

“Kita akan menampung aspirasi dari masyarakat nelayan untuk kemudian akan kita sampaikan ke provinsi untuk ditindaklanjuti karena kewenangan di provinsi,” tutupnya.

Sebelumnya nelayan tradisional Suku Laut dari Desa Berakit mengeluhkan sering diusir nelayan dari Malaysia ketika melaut di perairan perbatasan. Hal ini karena mereka tidak memahami batas perairan antara Indonesia dan Malaysia disebabkan tidak ada tapal batas perairan. (met)