Peristiwa

Penyidik Periksa Ketua KNTI dan Panglima Gagak Hitam

Sebagai Saksi Kasus Pemerasan

Sepeda motor Yamaha R15 yang diamankan pihak kepolisian saat mengamankan Miswandi tersangka pemerasan terhadap pengusaha, Selasa (18/6) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Penyidik Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bintan memeriksa Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, inisial Bu dan Panglima Gagak Hitam, inisial An, Senin (24/6) siang.

Keduanya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus pemerasan terhadap pengusaha hotel di bilangan jalan raya Kawal, Bintan setelah diamankan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL), Miswandi pada Selasa (18/6).

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardhana menyampaikan, saat ini dua orang tersebut masih diperiksa sebagai saksi.

“Sebagai saksi,” kata dia, Senin (24/6).

Selain Ketua KNTI dan Panglima Gagak Hitam Bintan, Ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bintan (Himkab), inisial Rb juga telah diperiksa.

“Rb sudah diperiksa,” kata dia. Sejauh ini, menurut Yudha, ketiganya dikenakan wajib lapor.

“Seminggu dua kali wajib lapor,” kata dia.

Sebelum ini Ketua GMPL Bintan, Miswandi bersama HIMKAB dan Panglima Gagak Hitam merencanakan aksi unjuk rasa menolak imigran di Kabupaten Bintan.

Tiga organisasi ini menilai keberadaan para imigran sudah meresahkan masyarakat. Namun di balik rencana itu, Ketua GMPL Bintan justru melakukan komunikasi dengan pengusaha Hotel Bhadra Resort. Dia malah memeras korban dengan meminta uang sebesar Rp 60 juta. Namun, disepakati Rp 5 juta.

Akibat perbuatan ini, kepolisian menetapkan Miswandi sebagai tersangka setelah diamankan pada Selasa (18/6) sekitar pukul 18.30 WIB di salah satu rumah makan di bilangan Kilometer 16 jalan raya Tanjungpinang Tanjunguban. (met)