Metro Bintan

Kepsek di Bintan Ini Suka PPDB Online, Ini Alasannya

Seorang siswa mendaftar masuk sekolah ditemani orangtua di SMPN 17 Bintan di Toapaya, Senin (1/6). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN РKepala SMP Negeri 17 Bintan, Safri mengatakan,  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online sangat membantu bila membandingkan sistem PPDB manual.

Pasalnya, kalau sistem PPBD manual dirinya sering dimintai bantuan orangtua untuk memasukkan anaknya ke sekolah.

“Bagi kepsek agak enak, tidak diminta tolong lagi oleh masyarakat,” kata dia.

Dia mengisahkan dulu ada warga yang sampai mengadukan masalah PPDB ke dewan. Gara-garanya anak warga tersebut tidak diterima di sekolahnya, karena batas usianya tak memenuhi persyaratan.

Persyaratan usia dalam PPDB online ini, untuk calon siswa harus berusia 15 tahun. Jika di bawah 15 tahun, maka akan ditolak langsung oleh sistem.

Demikian juga bagi calon siswa yang berdomisili di luar zonasi. Kalau tetap mendaftar di luar zonasi tempat tinggal maka otomatis akan ditolak sistem.

“Karena itu, untuk harus bawa akta anak dan berdasarkan KK,” kata dia menjelaskan.

Kendati senang akan penerapan PPDB online, dia mengatakan, PPDB online memakan waktu lebih lama. Dimana 1 siswa yang mendaftar online bisa dilayani 3 sampai 5 menit.

“Kalau manual, daftar, isi berkas sudah. Tinggal kasihkan potongan bukti pendaftaran di bagian belakang form pendaftaran,” kata dia.

Sedangkan PPDB online, kata dia, harus mengambil formulir menunggu antrean  kemudian data diinput di operator, selanjutnya menunggu cetak bukti pendaftaran dan denah lokasi.

Beruntung, kata dia, tahun ini jumlah operator ditambah dari 1 orang operator menjadi 4 orang operator.

“Tahun kemarin sampai pukul 4 sore, kita minta tambah. Alhamdulillah 4 orang ditambah. Semoga saja tidak ada gangguan listrik,” kata dia.

Bagaimana daya tampung siswa baru di sekolah? Ia menjelaskan, pihaknya memiliki kuota sekitar 160 siswa untuk 5 Ruang Kelas Belajar (RKB) yang tersedia. Namun, ada 2 siswa yang tahun ini tidak naik kelas sehingga daya tampung berkisar 158 siswa.

“1 ruangan kelas menampung 32 siswa. Kalau pendaftar berlebih ini la yang kami berat,” kata dia.

Dia mengatakan, agak berat menolak siswa yang mendaftar masuk sekolah.

“Tahun kemarin yang lulus 6 ruang kelas, makanya tahun kemarin kita terima siswa untuk 6 ruang kelas. Kalau tahun sekarang yang lulus 5 ruang kelas, makanya daya tampung kita cuma untuk 5 ruang kelas saja,” jelasnya.

Palingan, dia mengatakan, akan mengajukan penambahan kuota siswa ke dinas.

Bila dinas menyetujui, dia mengatakan, akan memanfaatkan ruang laboratorium untuk kegiatan belajar mengajar. (met)