Peristiwa

Polisi Dalami Penyalahgunaan Dana Desa Kukup

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepolisian Resor Bintan terus mendalami penyalahgunaan dana desa di Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Bintan.

Salah satu pekerjaan yang diduga bermasalah di Desa Kukup ialah pekerjaan kelong apung pada tahun 2016. Diduga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pekerjaan kelong apung.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawadana menjelaskan, kasus tersebut masih didalami penyidik. Sejauh ini kepala desa dan staf sudah dimintai klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Kukup, Tambelan.

Bahkan, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) juga sudah dimintai klarifikasi terkait kasus ini.

“Sudah 8 orang mulai staf hingga BPD dimintai klarifikasi,” ujarnya.

Berapa kerugian negara ditimbulkan? Yudha belum bisa mengatakannya. Karena kasus ini masih didalami.

Namun demikian penyidik Reskrim Polres Bintan akan berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan penyalahgunaan dana desa.

“Anggaran dana desa ini tidak bisa dihitung per kegiatan, harus dihitung menyeluruh,” katanya menjelaskan.

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bintan Ipda Maidir menjelaskan, belum bisa menjelaskan kesalahan dari penyalahgunaan dana desa di Desa Kukup, Kecamatan Tambelan.

Pasalnya, pihaknya masih mendalami kasus ini dan masih dalam tahap penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Kukup, Kecamatan Tambelan.

“APBDes banyak, ada fisik, nonfisik dan pemberdayaan,” ujarnya singkat. (met)