Peristiwa

Lahan Diserobot Mafia Tanah, Warga Tanjungpinang Ngadu ke Polres Bintan

Lahan milik Joni Lausu dipagar oleh orang tidak dikenal diduga mafia tanah di RT 002 RW 001 Kampung Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Seorang warga Tanjungpinang bernama Joni Lausu mengadukan persoalan penyerobotan lahan miliknya ke Polres Bintan.

Pasalnya, lahannya seluas lebih kurang 17.202 M2 yang berada di RT 002 RW 001 Kampung Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, telah diserobot oleh orang yang tidak dikenalnya.

Kepada Batam Pos, Jumat (12/7) siang, Joni mengaku sudah melaporkan masalah ini ke kantor polisi, bahkan dirinya sudah memberikan keterangan ke penyidik Reskrim Polres Bintan.

Ketika melaporkan persoalan ini, dia menyertakan foto kopi Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor : 195 atas namanya, yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Riau (saat ini Bintan) pada tanggal 21 November 1996.

Dan, foto kopi Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) Nomor : 88/ SKPT/ 2019, tanggal 5 Juli 2019, dimana ditandatangani oleh Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Hukum Pertanahan Kantor Pertanahan Kabupaten Bintan, Amdani, SH, M.Kn.

Dia mengatakan, awalnya mengetahui tanahnya diserobot dari dua warga bernama Yufritis Rolotan Banua alias Novi dan Dessy Ettina Chancy yang datang ke rumahnya di Jalan Hutan Lindung, Tanjungpinang pada  Rabu, 29 Mei lalu.

Kepada dirinya, mereka menyampaikan bahwa lahan miliknya di Galang Batang dipagar seng oleh orang lain.

Selang dua hari kemudian, dia mengecek ke lokasi lahannya. Dan ternyata lahannya benar dipagar oleh orang lain.

“Kalau informasi dari orang di sekitar tanah itu, sama dengan informasi Novi dan Dessy. Ada orang yang diduga menyuruh pemagaran tanah saya itu,” jelasnya.

Oleh karena itu dia menempuh jalur hukum dengan harapan bisa membongkar mafia tanah di Bintan.

“Mudah – mudahan, laporan saya ini bisa jadi pintu masuk untuk membongkar mafia tanah di Bintan,” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana membenarkan.

“Laporan aduan,” kata dia singkat. (met)