Metro Bintan

Sempat Buat Kecewa, Jurusan Perhotelan SMKN I Binut Dibuka Kembali

Calon siswa dan orangtuanya saat mengambil formulir surat pernyataan persetujuan orangtua untuk mengambil di jurusan perhotelan di ruang PPDB SMKN I Bintan Utara, Jumat (12/7) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Setelah sempat membuat kecewa orangtua dan calon siswa, akhirnya jurusan perhotelan di SMK Negeri I Bintan Utara (Binut) kembali dibuka.

Para orangtua yang mengetahui bahwa dibukanya pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2019 untuk jurusan perhotelan langsung mendatangi sekolah yang berada di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara ini.

Ketua Panitia PPDB SMKN I Bintan Utara, Dian membenarkan. Dia menjelaskan, sebelumnya sejumlah  tokoh masyarakat melakukan hearing dengan DPRD Kepri dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Dari hearing itu, akhirnya pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memberikan izin dibukanya kembali jurusan perhotelan.

Sementara itu, Kepala SMKN I Bintan Utara Wiharjo juga membenarkan dibukanya kembali jurusan perhotelan di SMKN I Bintan Utara.

“Jadi saat hearing itu para tokoh masyarakat kita menyampaikan bahwa sektor pariwisata di Bintan bagian Utara berkembang namun sekolah untuk mencetak SDM yang belum ada,” kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa sebelumnya ada sekitar 386 orang siswa yang mendaftar, namun kuota sekitar 288 orang siswa. Jadi ada sekitar 100 kurang siswa yang tidak tertampung.

“Jadi dibukanya jurusan ini membuka kesempatan lagi bagi mereka. Pendaftaran akan kita buka pada tanggal 15 dan 16 Juli ini,” kata dia.

“Kita akan buka buat 2 kelas, dimana masing-masing kelas akan diisi sekitar 36 orang siswa,” jelasnya menambahkan.

Dia berharap dengan adanya jurusan perhotelan ini menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia pariwisata khususnya di daerah Bintan bagian Utara.

Karena selama ini kurangnya SDM, membuat pekerja sektor pariwisata lebih banyak dari luar.

“Harapannya dengan disiapkan sekolah yang mencetak SDM di bidang pariwisata di daerah kita, sehingga anak-anak di sini tidak menjadi penonton,” kata dia. (met)