Metro Bintan

Telan Rp 14 M Lebih, Jembatan Kemalai-Belak Mulai Dikerjakan

Warga Kampung Belak, Desa Penaga saat melintasi jembatan kayu di kampung tersebut, Rabu (17/7) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Jembatan penghubung Kampung Kemalai dan Kampung Belak, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Bintan sudah mulai dikerjakan.

Pekerjaan jembatan yang akan menelan anggaran sekitar Rp 14 miliar lebih bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2019 diperkirakan memakan waktu 210 hari pekerjaan atau diprediksi selesai awal tahun 2020.

Dalam plang proyek tertera bahwa pembangunan dikerjakan oleh PT. Multi Sindo International dengan konsultan pengawas PT. Multi Forma Riau Konsultan.

Ketua RW 04 Desa Penaga, M Ayub ketika ditemui di rumahnya mengatakan, jembatan ini sudah lama diidamkan masyarakat karena sejak sekitar tahun 2006 diusulkan. Pada tahun itu, baru dibuka akses jalan antara Kampung Belak dan Kampung Kemalai.

“Setiap tahun kami usulkan ke musrenbang baik tingkat desa sampai tingkat kecamatan, namun baru tahun ini direalisasikan,” kata dia.

Dia mengatakan, adanya jembatan ini akan memperlancar arus lalu lintas kegiatan masyarakat kedua kampung.

“Dulu kalau ada yang sakit harus kami gotong, karena ambulans tidak bisa masuk ke sini. Apalagi kalau air laut pasang tinggi, akses jalan dua kampung terendam air laut,” kata dia.

Belum lagi kalau anak-anak sekolah dari luar mau menyeberang untuk menuju Sekolah Dasar (SD) yang ada di di Kampung Belak, dimana mereka harus melepas sepatu dan berjalan kaki dengan jalan yang tergenang air laut.

Sebelumnya Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan Jembatan Belak-Kemalai Desa Penaga  dibangun tahun 2019.

“Anggaran sudah disiapkan Rp 14,8 miliar melalui APBN di BP Kawasan Bintan,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Belak-Kemalai akan dibangun dengan bentang sepanjang 20 Meter dan lebar 7 meter ditambah plus 1 meter untuk bahu kanan dan kiri jembatan.

Dia mengetahui masyarakat di sana sudah lama menantikannya. Sejak lama persoalan ini menjadi perhatian pemerintah, karena itu pihaknya terus berusaha menggesa dan mewujudkan mimpi masyarakat salah satu caranya dengan  menjemput anggaran APBN pusat.

Bila kelak terealisasi jembatan tersebut, dia mengharapkan hal ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat Kampung Belak-Kemalai yang didiami sekitar 60 Kepala Keluarga (KK).

Pasalnya, jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan yang menghubungkan RT 006 dan RT 008 Dusun II untuk masyarakat beraktivitas. (met)