Peristiwa

Jembatan Tanah Merah Melengkung dan Ambles

Bayu : Harus Dibongkar dan Putus Kontrak

Konstruksi jembatan Tanah Merah yang melengkung lantai betonnya di Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan pada Kamis (18/7) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Pekerjaan jembatan Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Pengusahaan (BP) Bintan tahun 2018 tidak selesai tepat waktu.

Pasalnya, lantai jembatan yang menghubungkan Kampung Tiram dan Kampung Tanah Merah ambles dan melengkung.

Seorang pekerja di lapangan mengakui lantai jembatan ambles.

“Turun lantainya, kelihatan,” kata lelaki yang mengaku dari Malang.

Namun, dia menjelaskan amblesnya lantai jembatan dikerjakan oleh kontraktor lama. Sementara saat ini, pekerjaan jembatan dilanjutkan oleh kontraktor baru tahun 2019 ini.

Sementara warga Tanah Merah, Sarut mengakui, lantai jembatan ambles.

“Iya ambles,” kata dia.

Sementara itu Kepala BP Bintan, Saleh Umar ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum mengecek ke lapangan.

“Tanya ke Pak Bayu. Pak Bayu yang tahu teknisnya. Saya belum cek, mesti Pak Bayu yang punya pengawas sendiri,” kata dia.

Anggota Bidang Sarana dan Prasarana BP Bintan, Bayu Wicaksono membenarkan lantai jembatan Tanah Merah ambles dan melengkung.

Akibatnya, pihaknya memutus kontrak PT. Bintang Fajar Gemilang yang mengerjakan konstruksi pertama jembatan.

Setelah dilakukan penghitungan bersama, hanya beberapa pekerjaan yang dianggap layak yang dibayarkan.

“Kita tidak bisa terima kerjaannya yang tidak layak dan baik,” kata dia.

Sedangkan lantai jembatan menurut dia dianggap tidak layak dan gagal produksi sehingga tidak dibayarkan.

“Ini namanya reject ada kewajiban dan tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dengan baik. Sehingga kita sanksi denda bahkan jaminan pelaksanaan kita klaim tagih dan cairkan,” jelasnya.

Namun, untuk pekerjaan ini diputus kontrak saja. Sedangkan sanksi denda diberikan bila mana kontraktor tidak tepat waktu menyelesaikan pekerjaan.

Dari nilai kontrak sekitar Rp 10 miliar lebih, setelah dilakukan penghitungan bersama di lapangan maka pekerjaan yang dinilai layak untuk dibayarkan hanya sekitar 30 persen atau sekitar Rp 3 miliar lebih.

Karena sudah gagal konstruksi lantai beton jembatan, ia mengatakan, lantai jembatan akan dibongkar.

“Bongkarlah. Kita buang semua, bersihkan. Lalu (diganti) dengan balok jadi atau balok cetak,” katanya.

Apakah tidak akan mempengaruhi konstruksi? Ia mengatakan, tidak mempengaruhi.

“Dengan sistem pabrikasi. Kita letakkan di atasnya, lalu dicor lantainya,” jelasnya.

Tahun 2019 ini, ia mengatakan, pekerjaan jembatan dilanjutkan.

Dalam plang proyek yang terdapat di lokasi pekerjaan, pekerjaan lanjutan jembatan Tanah Merau dikerjakan oleh CV. Bina Mekar Lestari dengan konsultan CV. Vitech Pratama Consultan dengan nilai proyek sekitar Rp 7,3 miliar sumber dari APBN tahun 2019.

“Insha Allah saat ini dalam langkah percepatan dari awal kita gas. Kalau progres malah (kontraktor yang baru) plus 2 persen,” ungkapnya.

Ia menargetkan akan selesai pekan kedua Desember 2019.

Sebelumnya Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan Jembatan Tanah Merah akan dibangun pada 2018 lalu  dengan anggaran APBN tahun 2018 berkisar Rp 10 miliar melalui BP Kawasan Bintan dengan panjang sekitar 20 meter.

Saat itu, dia  menyampaikan proyek sedang dalam tahap proses pelelangan.

Dia berharap pekerjaan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan mendapat dukungan dari masyarakat.(met)