Metro Bintan

Warga Keluhkan Usaha Sarang Burung Walet di Tanjunguban

Salah satu ruko tempat usaha yang dijadikan sarang burung walet di Tanjunguban, Jumat (19/7). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Sejumlah warga Tanjunguban mengeluhkan usaha sarang burung walet yang mulai menjamur di pertokoan dan ruko yang berada di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Salah seorang warga Tanjunguban, Miswanto mengatakan, kenyamanan warga mulai terganggu karena bisingnya suara yang ditimbulkan dari radio di dalam usaha sarang burung walet yang berada di beberapa ruko dan pertokoan di Tanjunguban.

Terlebih usaha sangkar burung walet ini berada di tengah-tengah kota dan pemukiman padat penduduk seperti di jalan raya Permaisuri RT 02 RW 01 Kelurahan Tanjunguban Selatan.

Selain itu, dia juga mengkhawatirkan usaha burung walet menjadi sarang nyamuk. Karena di dalam ruko yang dijadikan sarang burung walet biasanya terdapat kolam yang menampung air bersih.

“Takutnya jadi sarang nyamuk DBD,” kata dia.

Bukan hanya itu, dia juga mempertanyakan izin yang dikeluarkan pemerintah terkait usaha tersebut.

“Kalau izinnya untuk toko, ternyata digunakan juga untuk usaha sarang burung walet. Ini jelas izinnya berbeda dengan fungsi dan peruntukannya,” ungkapnya.

Sebelumnya warga sudah mengeluhkan usaha sarang burung walet yang menjamur di pertokoan di Tanjunguban. “Satpol PP ada turun ke sini, cuma mereka hanya menegur saja,” kata dia.

Sementara itu Kasatpol PP Bintan, Raja Muhammad mengatakan, pihaknya akan mempelajarinya dahulu.

“Kalau ada izinnya tentu akan menambah PAD, namun kita akan lihat dahulu aturannya,” kata dia singkat. (met)